Bupati Joune Ganda Dampingi Gubernur Sulut Resmikan Program Health Tourism and Culture di Minut

Petasulut.com, MINUT — Health Tourism and Culture merupakan Program hebat gagasan Pemkab Minahasa Utara (Minut) berkolaborasi dengan Sentra Medika Hospital and Hotel Minut.

Health Tourism and Culture menjadi kebanggan Sulawesi Utara.

Program itu pun diresmikan langsung Gubernur Sulut, Yulius Selvanus bersama Bupati Minut Joune Ganda.

Spesialnya, launching Health Tourism and Culture disaksikan langsung ratusan bupati se-Indonesia karena diluncurkan pada Munas VI APKASI.

Efek positifnya langsung terasa.

Bupati Banggai Kepulauan, Rusli Moidady, dan Bupati Banggai, Amir Tamoreka, melalui Sekda Ramli Tongko, menyatakan minat bekerjasama.

Itu karena jarak Banggai Kepulauan dan Banggai di Sulawesi Tengah, tidak jauh dari Sulut.

Gubernur Yulius Selvanus mengatakan, pariwisata di daerah Nyiur Melambai jarak tempuh tak jauh dari The Sentra Hotel.

Tempat dan spot wisata di Sulut berkelas Internasional, dicanangkan langit biru, laut biru dan tanah hijau serta zero emision.

“Sejak kami terpilih dan dilantik jadi gubernur, Pak Presiden Prabowo Subianto, perintahkan saya prioritaskan Pariwisata. Sehingga kami buka penerbangan luar negeri, ada empat di Cina buka penerbangan ke Manado,” kata Yulius.

Selain itu Gubernur Yulius bilang, dalam waktu dekat akan buka penerbangan lagi untuk domestik dan international Filipina, Hongkong dan lainnya.

Founder Sentra Medika Grup, drg Suherman Widjamoko, sangat bersemangat dengan proyek menjanjikan ini.

Diusianya yang sudah lanjut, Suherman punya komitmen cinta terhadap kesehatan Indonesia dan membangun rumah sakit Medical Hospital Tourism di Sulut.

Kata Suherman, upaya itu demi pemerataan bidang kesehatan.

“Kami usulkan ke pemerintah Sulut dan pusat agar di Sulut jadi pusat pelayanan kesehatan seluruh penyakit,” terangnya.

Selain itu, Suherman ingin jadikan Sulut pusat estetika kesehatan.

Tentunya, kata dia, dengan tenaga profesional dan sarana memadai dan lengkap.

Tujuannya, agar pasien di Indonesia Timur tak perlu berobat ke luar Indonesia, cukup di Sulut.

Suherman bilang, uang yang beredar di keluar negeri dari Indonesia mencapai ratusan triliunan untuk pengobatan.

“Dengan sarana kesehatan bertaraf internasional di Indonesia, kita bisa cegah investasi dari Indonesia tidak ke luar negeri. Dan menciptakan lapangan kerja,” jelas Suherman.

Ia memilih Minahasa Utara di Sulut supaya ada pemerataan.

“Niat ini juga untuk bantu dan dukung program astacita Presiden RI Prabowo Subianto, yaitu kesehatan, pendidikan dan pariwisata,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *