Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyampaikan pesan reflektif dan penuh makna dalam ibadah Perayaan Natal Yesus Kristus Rukun Ganda Babasudara yang digelar di JG Center Minut, Jumat (30/1/2026).
Dalam suasana ibadah yang khidmat, Joune Ganda mengajak seluruh jemaat dan masyarakat untuk menumbuhkan sikap hidup yang penuh syukur, serta meninggalkan kebiasaan bersungut-sungut yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Joune, perayaan Natal tidak seharusnya berhenti pada ritual keagamaan semata, tetapi menjadi momentum untuk meneladani kasih Kristus dalam sikap dan tindakan nyata.
“Natal mengajarkan kita untuk saling mengasihi, bukan saling menyalahkan. Setiap orang memiliki persoalan hidup. Tidak ada manusia yang bebas dari masalah, baik kaya maupun miskin, pemimpin ataupun rakyat biasa,” ujar Joune.
Ia menegaskan, kebiasaan mengeluh tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, setiap individu diajak untuk memulai perubahan dari diri sendiri.
“Berhentilah bersungut-sungut. Mari kita selesaikan persoalan dengan cara yang benar, dimulai dari diri kita masing-masing,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Joune juga menyinggung dinamika kehidupan sosial di tengah derasnya arus informasi saat ini. Ia menilai, perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat kerap membuat persoalan kecil menjadi besar karena disampaikan tanpa konteks yang utuh.
“Informasi sekarang berkembang sangat cepat. Kadang datanya sedikit, tapi dibesar-besarkan. Akibatnya, orang mudah mengeluh, mudah menyalahkan, dan lupa bersyukur atas hal-hal baik yang sudah kita miliki,” katanya.
Berbicara mengenai pemerintahan, Joune secara terbuka mengakui bahwa menjalani periode kedua kepemimpinannya bukanlah hal mudah, terutama dengan adanya perubahan kebijakan dari sistem desentralisasi menuju sentralisasi anggaran.
Meski demikian, ia bersyukur karena Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara masih mampu menjalankan berbagai program sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, seperti dana duka, insentif bagi tokoh agama, program bedah rumah, hingga bedah sekolah tanpa membebani APBD.
“Kita sebenarnya patut bersyukur. Masih ada program-program sosial yang berjalan dan memberi manfaat bagi masyarakat. Ini adalah berkat yang harus kita jaga bersama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Joune mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk meningkatkan kualitas berpikir, memperluas wawasan, serta tidak bergantung sepenuhnya pada orang lain. Ia mendorong kaum muda untuk terus belajar, mengembangkan intelektualitas, dan menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Menutup sambutannya, Joune Ganda kembali menegaskan pesan utama Natal tahun ini, yakni mengurangi keluhan, berhenti mencari kesalahan orang lain, serta memperbanyak kasih dan kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
“Natal mengingatkan kita untuk menjadi berkat, bukan beban. Mari hidup dalam kasih, saling menguatkan, dan bersama-sama membangun Minahasa Utara yang lebih baik,” pungkasnya.










