Modus Penipuan Catut Nama Joune Ganda, Pemkab Minahasa Utara Imbau Warga Waspada

Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Modus penipuan dengan mencatut nama pejabat kembali terjadi di Kabupaten Minahasa Utara. Kali ini, nama Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, disalahgunakan oleh oknum tak bertanggung jawab melalui pesan WhatsApp untuk menawarkan penjualan emas kepada aparat desa.

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) menegaskan bahwa nomor yang beredar dan mengatasnamakan kepala daerah tersebut adalah palsu serta tidak memiliki kaitan apa pun dengan Bupati Joune Ganda.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, mengungkapkan bahwa pelaku bahkan sempat menghubungi salah satu Hukum Tua dengan modus transaksi emas. Untuk meyakinkan calon korban, pelaku membawa-bawa nama bupati seolah-olah transaksi tersebut mendapat restu langsung dari kepala daerah.

“Ini jelas tindakan penipuan. Kepala daerah tidak pernah melakukan transaksi pribadi, apalagi menawarkan sesuatu melalui nomor tidak resmi,” tegas Asriyadi.

Ia menambahkan, pola seperti ini merupakan modus lama dengan kemasan baru. Pelaku memanfaatkan jabatan dan nama pejabat publik untuk membangun kepercayaan, lalu mengarahkan korban pada transaksi yang berpotensi merugikan secara finansial.

Pemkab Minut mengimbau masyarakat, khususnya perangkat desa dan pelaku usaha, agar tidak mudah percaya terhadap pesan, telepon, maupun permintaan apa pun yang mengatasnamakan pejabat daerah tanpa verifikasi melalui kanal resmi pemerintah.

“Jika menerima pesan mencurigakan, segera abaikan dan jangan ditindaklanjuti. Bila perlu, laporkan kepada aparat penegak hukum agar bisa diproses,” ujarnya.

Fenomena ini menjadi peringatan serius bahwa kejahatan digital semakin berani dan menyasar figur publik untuk melancarkan aksinya. Karena itu, pemerintah mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan serta tidak ragu melakukan klarifikasi sebelum mengambil keputusan apa pun yang menyangkut transaksi atau permintaan dana.

“Literasi digital dan kehati-hatian adalah benteng utama. Jangan beri ruang bagi pelaku untuk memanfaatkan kelengahan kita,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *