Terkait Kasus RS Siloam Palembang, Perawat Sulut Angkat Bicara

0
Foto : Rina Maria Putri Tumion. Mahasiswi Akademik Keperawatan Gunung Maria Tomohon

Petasulut.com, SULUT – Akhir – Akhir ini kita digemparkan dengan isu penganiayaan, salah satunya yang terjadi di Palembang. Kamis (15/4/2021) lalu.

Hal ini memancing perhatian dari berbagai kalangan public, bahkan tagar #SavePerawatIndonesia menggema di media sosial WhatsApp dan beberapa medsos lainnya.

Menanggapi hal itu seorang perawat muda asal Minahasa Sulawesi Utara Rina Maria Putri Tumion yang sekarang mengenyam pendidikan akhir di Akademi keperawatan Gunung Maria Tomohon.

Menurutnya, “Hal semacam ini sering terjadi di rumah sakit ketika ia turun praktek, namun semuanya itu ada penanggulangan langsung oleh team medis”.

“Perawat juga manusia jika ada hal yang terjadi bisa dibicarakan dengan baik bukan dengan cara langsung dipukul tanpa mengetahui alasan yang jelas”. Lanjutnya

“Tenaga medis adalah garda terdepan guna menyelamatkan nyawa manusia, jika tenaga medis saja tidak di hargai bagaimana kinerja kami sebagai seorang Nakes kedepan untuk menolong sesama”, ungkap Perawat cantik asal Minahasa ini lewat rekam suara yang diterima petasulut.com, Kamis,22/04/2021.

Saya berharap kejadian ini tidak terulang kembali karena hampir tiap tahun selalu ada kasus penganiyaan terhadap perawat, untungnya perawat itu mempunyai hati yang bersih serta lembut dan terbuka kepada siapa saja. Harap Rina sapaan akrabnya.

Foto: screenshot video viral penganiayaan perawat di YouTube

Diketahui kronologi terjadinya penganiayaan perawat hingga viral tersebut berawal dari pasien yang merupakan anak pelaku sudah diperbolehkan pulang. Untuk itu, korban sebagai perawat melakukan tugasnya melepaskan infus yang terpasang di tubuh pasien.

Menurut direktur rumah sakit yang dilansir dari Sumsel.inews.id

“Pelepasan infus sudah sesuai SOP yang ada. Namun karena usia anak yang dirawat masih 2 tahun dan gerakannya terlalu lincah, sehingga plaster terlepas dan mengeluarkan darah”.

“Alhasil, perawat langsung mengganti dengan perban yang baru hingga darah pasien tidak keluar lagi,” Lanjutnya

Kepala Ruangan RS Siloam Sriwijaya mendatangi ibu pasien dan meminta maaf atas kejadian yang sempat terjadi. “Itu ayah pasien (pelaku) belum datang karena posisinya lagi di Kayu Agung, masalah sudah dianggap selesai karena kepala ruangan kami mendatangi ibu pasien,”

Namun saat pelaku datang, istrinya menceritakan kronologi dan pelaku memanggil dan korban langsung ditanya “bagaimana cara melepaskan infus”. Belum sempat menjawab, di saat yang bersamaan pelaku menampar keras perawat hingga terjatuh.

Dua orang yang menemani perawat sontak langsung membantunya berdiri dan berusaha melindungi, akan tetapi pelaku tetap berusaha melalukan tindak kekerasan disertai menarik rambut korban.

Dari kejadian tersebut Korban yang merupakan perawat tersebut langsung dirawat dirumah sakit Siloam, serta pelaku penganiaya ditahan oleh pihak kepolisian dengan Pasal yang dikenakan terhadap pelaku yakni Pasal 351 KUHP dengan ancaman penjara dua tahun delapan bulan.
( Gabri )

Previous articleReses di Winangun, FER Apresiasi Perusahaan PMI di Manado
Next articleFELLY Ingatkan Warga Eris, Cek KLIK Sebelum Pemakaian Produk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here