Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Upaya intens yang dilakukan Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, dalam melakukan lobi ke pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan akhirnya membuahkan hasil konkret.
Di tengah keterbatasan anggaran daerah, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara berhasil mendapatkan alokasi enam titik program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) untuk tahun 2026. Program ini menjadi salah satu strategi nasional dalam memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja kolaboratif antara Bupati Joune Ganda bersama jajaran Dinas Perikanan dan Kelautan Minahasa Utara yang secara aktif memperjuangkan usulan tersebut di tingkat pusat.
Enam desa yang ditetapkan sebagai lokasi KNMP yakni Desa Kema 3 (Kecamatan Kema), Kampung Ambon dan Desa Kahuku (Kecamatan Likupang Timur), Desa Bulutui dan Desa Gangga Dua (Kecamatan Likupang Barat), serta Desa Minaesa (Kecamatan Wori).
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Minahasa Utara, Jack Paruntu, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari percepatan pembangunan 1.000 titik Kampung Nelayan Merah Putih secara nasional, sebagaimana arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Program ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat ekonomi wilayah pesisir,” ujarnya.
Ia menambahkan, sejumlah fasilitas strategis akan dibangun di lokasi KNMP, antara lain dermaga, tempat pendaratan ikan, cold storage, pabrik es, bengkel mesin, hingga sentra UMKM.
Menurutnya, kehadiran fasilitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas nelayan, memperluas lapangan kerja, serta mendorong daya saing sektor perikanan lokal di tingkat nasional.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melihat program ini sebagai peluang besar dalam menekan angka kemiskinan di wilayah pesisir sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
“Harapannya, masyarakat pesisir tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga tumbuh dan berkembang secara ekonomi,” tambahnya.










