Petasulut.com, UNIMA – Tim PKM dari Universitas Negeri Manado (UNIMA) sukses menggelar program pendampingan digitalisasi pembelajaran di SMA Negeri 1 Eris.
Program ini, didukung oleh hibah dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) KEMENDIKBUDRISTEK 2024, bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi digital dan menjawab tantangan pendidikan di era modern dengan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan interaktif.
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini diusulkan oleh Aufa Maulida Fitrianingrum, S.Pd., M.Si. bersama Kurniahtunnisa, M.Pd., Tika Putri Agustina, S.Pd., M.Si. dan melibatkan 6 mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Fisika, Fisika, Pendidikan Biologi, dan Pendidikan IPA FMIPAK Unima.

Pada pelatihan yang dilaksanakan pada 6-7 Agustus 2024, para guru mendapat materi dan praktik penggunaan aplikasi seperti Google Workspace for Education, Canva, Mentimeter, dan Quizizz.
Pelatihan ini bertujuan membekali guru-guru dengan keterampilan digital dalam menyusun bahan ajar yang menarik, membuat rencana pembelajaran yang terstruktur, serta menyajikan evaluasi yang menarik minat siswa.

Hal ini dirancang untuk memperkaya metode pengajaran dan meningkatkan efektivitas pembelajaran di kelas.
“Kami berharap program ini membantu guru-guru kami tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memperkaya cara mereka mengajar. Dengan ini, siswa bisa lebih aktif, dan materi pembelajaran pun menjadi lebih relevan dengan perkembangan zaman,” ujar Aufa Maulida Fitrianingrum.
Hari ini, 4 November 2024, tim PKM kembali ke SMA Negeri 1 Eris untuk mengevaluasi keberlanjutan program dan penerapan teknologi digital di kelas.

Evaluasi keberlanjutan program ini dilakukan sebagai langkah strategis untuk memastikan tercapainya tujuan program dan mengidentifikasi area yang memerlukan pengembangan lebih lanjut.
Hasil evaluasi menunjukkan antusiasme tinggi dari siswa selama pembelajaran berlangsung. Di kelas biologi, Natalia Moningka, S.Pd., M.Si., menggunakan Canva untuk membuat presentasi yang menarik, Mentimeter untuk interaksi kelas, dan Quizizz untuk kuis interaktif.
Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti sesi kuis dan aktif berpartisipasi dalam kegiatan diskusi.
Di kelas kimia, Oktavianus Kotambunan, S.Pd., memanfaatkan PowerPoint yang dibuat menggunakan Canva sebagai media pembelajaran, serta memanfaatkan Quizizz dan Mentimeter untuk evaluasi.
Selain itu, beliau juga menggunakan Google Classroom untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan aktif, baik secara daring maupun luring. Melalui Google Classroom, Oktavianus memberikan tugas kepada siswa, memperkuat interaksi pembelajaran di dalam dan luar kelas.

Penggunaan beragam aplikasi ini berhasil menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan menyenangkan, membuat siswa semakin antusias dan terlibat aktif dalam proses belajar.
Kepala sekolah, Drs. Rolly Lontaan, mengapresiasi program ini dan menyampaikan bahwa pelatihan ini telah meningkatkan kualitas pendidikan di sekolah.
“Kami melihat perubahan yang positif, baik dari cara mengajar guru maupun respon siswa yang lebih aktif dan termotivasi,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, ketua tim pelaksana, Aufa Maulida Fitrianingrum, menyerahkan aset program kepada Drs. Rolly Lontaan. Program ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sekolah lain dalam mengadopsi teknologi digital, serta membawa pembelajaran yang lebih berpusat pada siswa untuk pengalaman pendidikan yang lebih inovatif dan menyenangkan.










