Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Di tengah ketidakpastian ekonomi global serta dampak kebijakan efisiensi anggaran, kinerja investasi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) justru menunjukkan tren positif. Di bawah kepemimpinan Bupati Dr. Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung (JG-KWL), daerah ini terus menjadi magnet bagi investor, baik dari dalam maupun luar negeri.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Minut, Richard J.H. Dondokambey, mengungkapkan bahwa realisasi investasi pada Triwulan I Tahun 2026 telah mencapai Rp779.180.472.263 dari target tahunan sebesar Rp1,95 triliun.
“Presentase realisasi investasi Triwulan I Tahun 2026 sudah mencapai 39,95 persen. Ini angka yang cukup menggembirakan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak menentu,” ujar Dondokambey, Selasa (5/4/2026).
Capaian tersebut didorong oleh tingginya aktivitas investasi, dengan total 530 proyek yang terdiri dari 437 proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan 93 proyek Penanaman Modal Asing (PMA).
Selain itu, sektor investasi juga berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja. Tercatat sebanyak 773 tenaga kerja terserap, terdiri dari 474 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 299 Tenaga Kerja Asing (TKA).
Dondokambey merinci, lima sektor usaha yang mendominasi investasi pada Triwulan I 2026 meliputi pertambangan sebesar Rp429,9 miliar, listrik, gas dan air Rp141,8 miliar, hotel dan restoran Rp75,5 miliar, industri makanan Rp42,1 miliar, serta sektor perumahan dan kawasan industri Rp38,7 miliar.
Sementara untuk investasi asing, terdapat tiga negara utama yang berkontribusi besar, yakni Singapura dengan nilai investasi mencapai Rp435,6 miliar, Hong Kong (RRT) sebesar Rp10,9 miliar, dan Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp4,6 miliar.
Menurut Dondokambey, tren positif ini tidak lepas dari kebijakan pro-investasi yang diterapkan oleh pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa pelayanan berbasis digital, profesional, transparan, serta bebas pungutan liar menjadi kunci utama dalam menarik minat investor.
“Ini adalah hasil dari arahan Bupati dan Wakil Bupati yang konsisten mendorong kemudahan berusaha melalui konsep pelayanan ‘karpet merah’ bagi investor,” jelasnya.
Secara terpisah, Bupati Minahasa Utara Joune Ganda menyampaikan optimisme terhadap capaian investasi tersebut. Ia menilai realisasi hampir 40 persen di awal tahun menjadi indikator kuat bahwa Minahasa Utara masih menjadi daerah yang sangat diminati oleh para investor.
“Capaian ini menunjukkan bahwa Minahasa Utara tetap menjadi daerah cepat tumbuh di Sulawesi Utara dan memiliki daya tarik kuat di tingkat nasional,” ujar Joune Ganda.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) menjadi salah satu faktor strategis dalam mendorong peningkatan investasi. Melalui MPP, seluruh proses perizinan dan administrasi dapat dilakukan secara cepat, mudah, dan terintegrasi dalam satu tempat.
“Dengan capaian Triwulan I yang hampir 40 persen, kami optimis target investasi tahun 2026 akan tercapai, bahkan berpotensi melampaui target seperti dua tahun sebelumnya,” tambahnya.
Meski demikian, Joune Ganda mengingatkan seluruh jajaran terkait untuk terus menjaga kualitas pelayanan kepada investor. Ia menegaskan bahwa birokrasi yang berbelit dan praktik pungutan liar harus dihindari karena dapat menghambat masuknya investasi ke daerah.










