Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, SE, MAP, MM, M.Si, menginstruksikan seluruh kader dan pengurus partai untuk menjadikan Bulan Bung Karno Juni 2026 sebagai momentum kerja nyata bagi masyarakat.
Instruksi tersebut disampaikan Joune Ganda dalam rapat internal DPC PDI Perjuangan Minahasa Utara yang digelar di sekretariat DPC, Senin (27/4/2026). Dalam arahannya, Joune menegaskan bahwa Bulan Bung Karno tidak boleh hanya diisi kegiatan seremonial atau ritual partai semata, tetapi harus diwujudkan melalui aksi langsung yang menyentuh kebutuhan rakyat.
“Kader turun ke lorong-lorong, ke pasar, ke desa. Jangan menunggu instruksi. Kerja nyata kita akan otomatis membantu kinerja pemerintah daerah. Ketika pemerintah bergerak di atas, kader partai harus sudah bergerak di bawah,” tegas Joune Ganda.
Menurutnya, semangat perjuangan Bung Karno harus diterjemahkan dalam bentuk pengabdian konkret kepada masyarakat. Karena itu, seluruh struktur partai diminta aktif melakukan berbagai kegiatan sosial dan pelayanan masyarakat sepanjang Juni 2026.
Beberapa program yang menjadi fokus antara lain pendampingan warga dalam pengurusan administrasi kependudukan, gotong royong di wilayah rawan bencana, hingga operasi pasar murah untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan pokok.
Joune menilai, kerja-kerja kerakyatan seperti itu tidak hanya memperkuat eksistensi partai di tengah masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menopang program pemerintah daerah.
“Mesin partai harus bergerak cepat di akar rumput. Ketika rakyat merasakan manfaat langsung, maka daya jangkau pemerintah terhadap masyarakat juga akan semakin kuat,” ujarnya.
Rapat internal tersebut turut dihadiri Sekretaris DPC PDI Perjuangan Minut Joddy Londong, Bendahara DPC Vonny Adelle Rumimpunu (VAR), serta seluruh anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD Minahasa Utara.
Dalam kesempatan itu, jajaran pengurus juga menyepakati pengalokasian anggaran operasional untuk mendukung aksi-aksi cepat kader di tingkat ranting selama Bulan Bung Karno berlangsung.
Selain itu, anggota fraksi partai diminta menyelaraskan agenda legislasi dengan kebutuhan riil masyarakat di lapangan agar program partai dan kebijakan pemerintah dapat berjalan seiring.
“Kerja nyata kita adalah napas partai. Tidak ada cerita kader duduk manis. Jika rakyat terbantu, pemerintah akan kuat. Itu pesan Bung Karno,” pungkas Joune.










