Bahas Arah Gerak Mahasiswa, Tematik Komunitas Ruang Kritis Adakan Diskusi

Petasulut.com, Manado — Tematik Komunitas Ruang Kritis mengadakan diskusi di Asrama mahasiswa Kabupaten Boven Digoel, Sabtu (8/5/2021).

Diskusi yang mengangkat tema melihat arah gerak mahasiswa di masa Pandemi Covid-19, menghadirkan pemateri yakni mantan aktivis mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado Reinaldo Rumlus.

Sementara itu, moderator diskusi Frengky Toeng mengatakan bahwa arah gerak mahasiswa di masa pendemi Covid-19, semua tergantung kesadaran dari ma
hasiswa sebagai remot control eksistensi pendidikan di indonesia.

“Dengan dilakukan diskusi seperti ini, diharapkan mahasiswa tidak terlalu larut dalam zona nyaman saat pandemi Covid-19 yang belum pasti kapan berakhir,” kata Frengky Toeng.

“Eksistensi dari mahasiswa harus dipertahankan walau dalam keadaan seperti apapun itu”. Lanjutnya

“Kami mengajak semua mahasiswa maupun elemen pemuda agar tetap melakukan hal positif bagi kemajuan bangsa dan negara,” ungkapnya.

Sementara itu salah satu peserta diskusi Amandus Ahmori Yumte mengatakan sangat berterimakasih dan berapresiasi dengan diadakanya kegiatan diskusi ini.

“Dengan adanya kegiatan ini, kita sebagai mahasiswa dalam arti kaum intelektual bisa belajar dan bisa menambah cakrawala berpikir, sehingga segala sesuatu yang tidak benar dapat kita benarkan,” ujar Suva sapaan akrab Amandus Ahmori Yumte.

Lebih lanjut, Suva menambahkan kegiatan ini bukan hanya sebatas membuka cakrawala berpikir tetapi juga bisa membangun tali persaudaraan sesama anak bangsa untuk saling belajar.

“Satu kata yang harus diingat bersama, kalau bukan kitorang sapa lagi, kalau bukan sekarang kapan lagi,” tandasnya.

Sementara itu Narasumber menyampaikan banyak apresiasi kepada Komunitas ini.

“Saya sangat memberikan apresiasi kepada teman-teman mahasiswa, dimana walaupun dimasa pandemi ini mereka selalu melakukan hal yang baik”.

” Mahasiswa seharusnya berpikir kritis, artinya kritis untuk diri sendiri dan kritis untuk kemajuan kita sebagai anak bangsa”. Tutupnya.

Diskusi ini dilaksanakan dengan tetap menggunakan protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah.

( Gabri )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *