Petasulut.com, SULUT – Masih dalam rangkaian acara yang diselenggarakan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXII Provinsi Sulawesi Utara, Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, yakni Bimbingan Teknis Sistem dan Teknis Pengereman pada Kendaraan Bertonase Besar di Provinsi Sulawesi Utara.
Dimana pada hari ke-2 ini para peserta diajak untuk mengikuti Praktek Lapangan Sistem dan Teknik Pengereman pada Kendaraan Bertonase Besar di Provinsi Sulawesi Utara.
Praktek lapangan di ajarkan langsung oleh Ketua Sub Komite LLAJ dan Senior Investigator KNKT, Ahmad Wildan dan diikuti dengan antusias oleh para pelaku usaha angkutan barang serta para pengemudi kendaraan angkutan barang beronase besar.
Disela-sela kegiatan praktek lapangan, Wildan membenarkan bahwa kali ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan sistem rem pada kendaraan Full Air Brake dan kendaraan Air Over Hydraulic Brake apa yang diperiksa.
“Tadi kita sudah beberapa hal yang bisa menyebabkan kendaraan celaka, adanya kebocoran, adanya brake yang tidak bekerja dan lain sebagainya. Jadi dalam kegiatan ini kita praktekkan apa yang harus sopir lakukan ketika baru beroperasi, harus melakukan pemeriksaan. Jangan sampai terjadi kecelakaan dijalan nantinya,” Ucap Wildan saat diwawancarai awak media, sabtu (26/03).
Interaksi dari para sopir lanjut Wildan, kebanyakan adalah kesulitan-kesulitan dilapangan pada saat on drive.
“Lewat kegiatan ini, para sopir ternyata baru memahami apa yang menjadi penjelasan terkait cara-cara yang benar sistim pengereman,” Katanya.
Disisi lain, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XXII Provinsi Sulawesi Utara, Reinhard Ronald menuturkan melihat antusias para peserta bimtek ini, semuanya setia mengikuti kegiatan selama 2 hari ini dan begitu banyak materi yang disampaikan para ahli.
“Lewat kegiatan ini, kami (BPTD XXII Sulut) berencana untuk menggelar kembali kegiatan seperti ini, untuk angkatan dua, tiga dan seterusnya, tapi mungkin akan jeda dulu beberapa bulan. Untuk selanjutnya, rencana setelah lebaran kita akan bergeser ke bitung yakni pelabuhan dan nantinya kita akan berkomunikasi dengan KSOP dan Pelindo untuk bisa melaksanakan kegiatan tersebut, sehingga banyak lagi pengemudi yang bisa mengikuti bintek ini,” Ucap Reinhard.
Dirinya juga mengatakan bahwa nanti pihaknya akan bekerja sama dengan PT. Jasa Raharja dan instansi lainnya untuk penyelenggaraan kegiatan seperti ini. Sekaligus untuk pendanaan dan lain sebagainya.
“Kita bersama-sama, bukan cuma jasa raharja tapi seluruh stakeholder terkait. Yang jelas dalam pelaksaan bimtek ini merupakan satu kesatuan, bersinergi antara kemeterian perhubungan KNKT pemprov dan dirlantas polda sulut dengan jasa raharja, semuanya satu tim lengkap dan tidak ada yang terpisahkan dan berkomitmen untuk melaksanakan kegiatan ini kedepan,” Jelas Reinhard.
“Dengan terselenggaranya Bimbingan Teknis ini, kiranya para pelaku usaha dan para pengemudi angkutan barang lebih baik lagi dalam memahami pentingnya keselamatan bagi setiap pengguna jalan,” Tambahnya.
Tanggapan baik juga datang dari peserta bimtek, dimana mereka mengaku bahwa kegiatan bimtek ini sangat bermanfaat untuk mereka.
” Lewat kegiatan ini, kami sangat mengapresiasi semua pencetus pelaksana kegiatan. Kami semua peserta selama dua hari ini dimanjakan dengan materi bagus dan fasilitas yang baik. Kami mengharapkan kedepannya BPTD XXII Sulut bersama stakeholder terkait dalam menggelar kegiatan seperti ini. Terima kasih,” Pungkas salah satu peserta.
(ABL)










