Bupati Joune Ganda Apresiasi Danrem 131/Santiago Perkuat Pencegahan Karhutla di Minut

 

Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Bupati Minahasa Utara (Minut) Joune Ganda menyampaikan apresiasi kepada Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago Brigjen TNI Yuri Elias Mamahi atas perhatian dan keterlibatan langsung TNI dalam memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Minahasa Utara.

Apresiasi tersebut disampaikan Joune Ganda usai mengikuti apel siaga Karhutla yang dipimpin langsung Danrem 131/Santiago di Kabupaten Minahasa Utara, Senin (31/8/2026).

Menurut Joune, kehadiran Danrem bersama jajaran TNI menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi yang sedang dihadapi masyarakat Minahasa Utara. Baginya, keterlibatan tersebut juga menjadi kehormatan bagi pemerintah dan masyarakat daerah.

“Pertama saya hanya ingin menyampaikan terima kasih kepada Danrem 131 Santiago karena boleh datang ke Kabupaten Minahasa Utara. Ini kehormatan bagi kita sekaligus menunjukkan bentuk perhatian dari pihak TNI,” ujar Joune.

Sinergi Jadi Kunci Pencegahan Karhutla

Joune mengatakan, ancaman kebakaran hutan dan lahan tidak dapat ditangani oleh satu institusi saja. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, serta seluruh pemangku kepentingan hingga ke tingkat masyarakat.

Pemkab Minut sendiri telah menetapkan wilayahnya sebagai Kabupaten Siaga Darurat Bencana Kebakaran pada 18 Agustus 2026.

Penetapan tersebut mendapat dukungan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Kapolres, Dandim dan stakeholder terkait.

Bagi Joune, dukungan TNI dan Polri memiliki arti strategis karena kedua institusi tersebut mempunyai jaringan hingga tingkat desa. Struktur tersebut dinilai dapat mempercepat penyampaian informasi sekaligus langkah pencegahan kepada masyarakat.

“Dukungan dari pihak TNI, dari pihak Polri yang memang memiliki struktur sampai ke desa-desa, ini sangat-sangat membantu kami,” katanya.

Pesan Pencegahan Diteruskan Sampai Desa

Joune menilai apel siaga Karhutla yang dipimpin Danrem 131/Santiago tidak hanya menjadi simbol kesiapsiagaan, tetapi juga memberikan energi baru bagi jajaran pemerintah daerah untuk semakin meningkatkan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Kita akan semangat untuk bisa melayani masyarakat, terutama dalam penanganan kebakaran,” ujar Joune.

Ia memastikan arahan dan pesan yang disampaikan dalam apel siaga tersebut akan ditindaklanjuti Pemkab Minut, termasuk dengan memperkuat sosialisasi hingga ke tingkat desa.

Langkah tersebut dianggap penting karena pencegahan Karhutla tidak cukup hanya dengan menyiagakan personel dan peralatan. Kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mencegah aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran juga menjadi faktor penting.

“Kita juga akan tindak lanjuti sampai ke tingkat desa untuk bisa kita imbau kepada masyarakat,” tegasnya.

Perkuat Perlindungan Masyarakat

Joune berharap sinergi antara Pemkab Minut, TNI dan Polri terus diperkuat untuk mencegah munculnya titik api baru, khususnya di tengah meningkatnya kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Menurutnya, keterlibatan langsung jajaran TNI melalui kehadiran Danrem 131/Santiago menjadi dorongan bagi pemerintah daerah untuk semakin serius memperkuat langkah mitigasi dan pencegahan Karhutla.

Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Minut untuk memastikan masyarakat memperoleh perlindungan dan pelayanan yang cepat ketika menghadapi potensi bencana.

“Sekali lagi, banyak terima kasih,” tandas Joune.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *