Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Ada momen berbeda yang mewarnai penutupan Likupang Tourism Festival (LTF) 2026 di Pantai Paal, Likupang Timur, Minahasa Utara, Minggu (23/8/2026) malam.
Di tengah gemerlap panggung, alunan musik dan sorak-sorai ribuan pengunjung, penyanyi Vicky Salamor menghadirkan suasana yang lebih khidmat. Panggung hiburan seketika berubah menjadi ruang perenungan dan kebersamaan untuk Indonesia.
Vicky Salamor tidak hanya menghibur masyarakat yang memadati kawasan Pantai Paal. Ia juga mengajak ribuan penonton untuk sejenak menundukkan hati dan mengirimkan doa bagi saudara-saudara sebangsa di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera dan Kalimantan.
Momen mengharukan tersebut hadir ketika Vicky membawakan lagu “Ibu Pertiwi”.
Suasana Pantai Paal pun seketika berubah. Penonton yang sebelumnya larut dalam kemeriahan berbagai lagu hiburan ikut bernyanyi bersama.
Suara Vicky dari atas panggung berpadu dengan suara ribuan masyarakat yang memenuhi kawasan festival. Lagu tersebut tidak lagi sekadar menjadi hiburan, tetapi berubah menjadi ungkapan rasa kepedulian dan persaudaraan sesama anak bangsa.
Dalam suasana tersebut, ribuan orang di Likupang seolah menyampaikan pesan yang sama: sejauh apa pun jarak yang memisahkan, seluruh masyarakat Indonesia tetap berada dalam satu ikatan persaudaraan.
Doa untuk masyarakat di NTT, Sumatera dan Kalimantan menjadi salah satu momen paling menyentuh dalam rangkaian penutupan LTF 2026.
LTF 2026 Hadirkan Makna di Balik Kemegahan Festival
Momen tersebut sekaligus memperlihatkan sisi lain dari penyelenggaraan festival pariwisata. LTF 2026 tidak hanya berbicara mengenai panggung hiburan, jumlah pengunjung, promosi destinasi wisata maupun kemeriahan acara.
Di Pantai Paal, festival juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan dan memperkuat rasa persaudaraan.
Ajakan Vicky Salamor untuk mendoakan saudara-saudara sebangsa memberikan warna tersendiri pada malam penutupan LTF 2026.
Ribuan pengunjung yang hadir tidak hanya pulang membawa kesan dari pertunjukan musik dan berbagai rangkaian kegiatan festival, tetapi juga mendapatkan sebuah pesan tentang kepedulian dan persatuan.
Pantai Paal malam itu menjadi saksi bahwa musik dapat menjadi jembatan untuk menyatukan perasaan.
Dari Likupang, pesan persaudaraan pun menggema: Indonesia boleh terbentang luas dari Sabang sampai Merauke, tetapi rasa kebersamaan tidak mengenal batas jarak.
Penutupan LTF 2026 akhirnya bukan hanya menjadi akhir dari rangkaian festival tiga hari, tetapi juga meninggalkan sebuah pesan kemanusiaan dan kebangsaan yang kuat di hati ribuan pengunjung.










