Bupati Joune Ganda Hadiri Pembahasan Program Khusus Bioetanol Kementan di Jakarta

 

Petasulut.com, JAKARTA — Bupati Minahasa Utara (Minut) Dr. Joune Ganda menghadiri agenda Pembahasan Program Khusus Pemerintah untuk Bioetanol yang digelar Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia di Jalan Pengadegan Selatan No. K10, Pengadegan, Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Agenda tersebut dipimpin langsung Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dan diikuti jajaran Kementerian Pertanian serta para kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia.

Pembahasan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam mempercepat pengembangan bioetanol berbasis komoditas pertanian sebagai salah satu sumber energi alternatif. Kementan pada hari yang sama menyampaikan bahwa pengembangan bioetanol diarahkan pada tiga komoditas utama, yakni tebu, ubi kayu atau singkong, dan jagung, dengan rencana pengembangan lahan hingga 2 juta hektare sebagai fondasi industri bioetanol nasional.

Selain berkaitan dengan energi, program tersebut juga ditempatkan dalam kerangka hilirisasi sektor pertanian. Pemerintah mendorong agar komoditas pertanian tidak hanya berhenti sebagai bahan mentah, tetapi dapat dikembangkan menjadi produk bernilai tambah, termasuk bahan baku energi.

Dalam forum tersebut, pemerintah pusat bersama para kepala daerah membahas arah pengembangan program, potensi bahan baku, kesiapan daerah, serta kebutuhan sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

Kementan sendiri menekankan pentingnya kesiapan sektor hulu, termasuk areal, produktivitas, dan ketersediaan bahan baku agar pengembangan industri bioetanol dapat berjalan secara berkelanjutan.

Kehadiran Bupati Joune Ganda menunjukkan komitmen Pemkab Minut untuk mengikuti dan mengkaji berbagai program strategis pemerintah pusat yang memiliki keterkaitan dengan potensi daerah

Bupati mengatakan Program ini tujuan utamanya adalah untuk mengurangi import bahan bakar minyak, jadi target kedepan Indonesia diharapkan mampu mandiri di sektor energi.

Lanjut Bupati, Jadi target pemerintah pertama mandiri di sektor pangan dan mandiri di sektor energi.

“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara siap mengikuti dan mengkaji peluang dari program bioetanol ini sesuai dengan potensi daerah. Kami melihat pengembangan energi berbasis komoditas pertanian tidak hanya berkaitan dengan ketahanan energi, tetapi juga membuka peluang hilirisasi dan peningkatan nilai tambah bagi masyarakat,” Ungkap Bupati Joune Ganda.

Bupati Joune menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi hal penting agar setiap program nasional dapat disesuaikan dengan kondisi serta potensi masing-masing wilayah.

“Yang paling penting adalah bagaimana potensi pertanian yang ada di daerah dapat dikelola secara terintegrasi. Jika dikembangkan dengan perencanaan yang baik, program ini dapat membuka peluang bagi petani sekaligus memperkuat ekonomi daerah,” ujar Joune.

Pernyataan tersebut sejalan dengan arah program Kementan yang menempatkan pemerintah daerah sebagai bagian penting dalam pengembangan ekosistem bioetanol. Dalam rapat 21 September 2026, Kementan melibatkan puluhan bupati dari daerah sentra produksi untuk membangun komitmen bersama dalam pengembangan komoditas bahan baku bioetanol.

Bagi Minahasa Utara, pembahasan program bioetanol juga membuka ruang untuk melihat lebih jauh potensi hilirisasi komoditas pertanian.

Pemkab Minut dapat mengkaji potensi komoditas yang sesuai dengan kebutuhan program, termasuk aspek ketersediaan lahan, produktivitas, infrastruktur pendukung, hingga peluang keterlibatan petani dan pelaku usaha.

Bupati Joune Ganda mengatakan, setiap peluang kerja sama dan program strategis pemerintah pusat akan dipelajari agar penerapannya benar-benar sesuai dengan kebutuhan daerah.

“Kami akan melihat potensi dan kesiapan daerah secara objektif. Prinsipnya, setiap program yang dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian, membuka peluang ekonomi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah akan kami kaji untuk dapat dioptimalkan,” katanya.

Program bioetanol sendiri menjadi bagian dari agenda pemerintah dalam memperkuat pemanfaatan sumber daya domestik untuk energi. Kementan sebelumnya juga menegaskan bahwa pengembangan bioenergi perlu berjalan beriringan dengan penguatan produksi pertanian, hilirisasi, dan peningkatan produktivitas.

Dengan mengikuti pembahasan di tingkat nasional, Pemkab Minut diharapkan dapat memperoleh gambaran lebih komprehensif mengenai arah pengembangan bioetanol sekaligus memetakan peluang yang dapat dikembangkan di daerah.

Langkah tersebut sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam mengembangkan sektor pertanian, hilirisasi komoditas, serta potensi energi berbasis sumber daya lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *