Wakili Bupati Joune Ganda, Kadis Kominfo Minut Hadiri Konas Pemuda PGI 2026 di Manado

 

Petasulut.com, SULAWESI UTARA – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) menunjukkan dukungannya terhadap penguatan peran generasi muda gereja di Indonesia. Hal ini ditandai dengan kehadiran Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Minut, Styvi Watupongoh, bersama Staf Ahli Johanes Katuuk yang mewakili Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dalam pembukaan Konsultasi Nasional (Konas) Pemuda Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) 2026.

Kegiatan berskala nasional tersebut resmi dibuka pada Jumat (6/11/2026), bertempat di Kampus Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Manado, Sulawesi Utara.

Konas Pemuda PGI 2026 menjadi momentum penting bagi konsolidasi gerakan pemuda gereja di Indonesia. Lebih dari 100 peserta yang merupakan perwakilan pimpinan pemuda sinode dari berbagai daerah hadir untuk membangun kesepahaman, menyatukan visi, serta merumuskan arah pelayanan dan gerakan pemuda gereja ke depan.

Kegiatan ini dipimpin Ketua Umum Panitia, Rio Dondokambey, yang juga menjabat sebagai Ketua Pemuda Sinode GMIM.

Dalam keterangannya, Rio menjelaskan bahwa penyelenggaraan Konas Pemuda PGI bukan sekadar agenda organisasi yang dilaksanakan secara rutin. Lebih dari itu, forum ini menjadi ruang strategis untuk menghidupkan kembali komunikasi, memperkuat jejaring, dan membangun solidaritas antarpemuda gereja setelah sempat mengalami kevakuman koordinasi.

Menurut Rio, besarnya partisipasi sinode dari berbagai wilayah menunjukkan adanya semangat dan kerinduan yang kuat untuk kembali membangun gerakan pemuda gereja secara bersama-sama.

Ia menyebut hampir 80 persen anggota PGI hadir secara langsung, sementara peserta lainnya mengikuti kegiatan melalui sambungan daring.

“Kami ingin menjadikan momentum ini sebagai awal untuk membangun kembali komunikasi yang kuat antar-sinode. Hampir 80 persen anggota PGI hadir secara langsung, sisanya mengikuti secara daring. Ini menunjukkan bahwa keinginan untuk kembali bergerak bersama sangat besar,” ujar Rio.

Selama tiga hari pelaksanaan, mulai 6 hingga 8 November 2026, para peserta tidak hanya membahas penguatan organisasi dan pelayanan internal gereja. Forum ini juga diarahkan untuk memperluas kontribusi pemuda gereja dalam menjawab berbagai tantangan sosial, kebangsaan, serta dinamika pembangunan nasional.

Hal tersebut semakin mendapat perhatian melalui kehadiran Ketua DPR RI, Puan Maharani, yang secara khusus membuka kegiatan sekaligus menyampaikan arahan kepada seluruh peserta.

Dalam sambutannya, Puan menegaskan bahwa pemuda gereja harus mampu mengambil peran nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya aktif dalam organisasi maupun pelayanan keagamaan, tetapi juga harus memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan tantangan bangsa.

Puan turut menyoroti perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang semakin memengaruhi kehidupan masyarakat.

Di tengah derasnya arus informasi, ia mengingatkan pentingnya kemampuan berpikir kritis agar generasi muda mampu membedakan informasi yang benar, opini, maupun berita bohong atau hoaks.

Selain itu, Puan menekankan bahwa persatuan, toleransi, dan semangat kebhinekaan merupakan nilai penting yang harus terus dijaga. Pemuda gereja dinilai memiliki posisi strategis untuk ikut merawat kerukunan dan memperkuat kehidupan masyarakat yang harmonis.

Pembukaan Konas Pemuda PGI 2026 juga dihadiri sejumlah tokoh nasional dan daerah, di antaranya Sekretaris Umum PGI Pdt. Darwin Darmawan, Ketua II Majelis Pekerja Harian (MPH) PGI sekaligus Gubernur Sulawesi Utara periode sebelumnya, Prof. Dr. (H.C.) Olly Dondokambey, S.E., serta Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Kristen Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Jeane Marie Tulung, S.Th., M.Pd.

Sementara itu, Rio Dondokambey berharap forum nasional tersebut mampu menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat ditindaklanjuti, bukan sekadar kesepakatan yang berhenti pada pembahasan.

Ia menginginkan hasil konsultasi dapat menjadi masukan bagi pemerintah sekaligus pedoman pelaksanaan program pelayanan pemuda gereja di berbagai daerah.

Menurutnya, keberhasilan Konas Pemuda PGI harus diukur dari dampak dan tindak lanjut yang dihasilkan setelah seluruh rangkaian kegiatan berakhir.

“Keberhasilan forum ini tidak diukur dari siapa yang hadir atau seberapa meriah acaranya, melainkan dari apa yang bisa kita hasilkan dan laksanakan bersama setelah ini. Semoga Manado menjadi awal yang baik untuk pemuda gereja Indonesia yang lebih bersatu,” tutup Rio.

Konas Pemuda PGI 2026 dijadwalkan berakhir pada Minggu (8/11/2026), dengan agenda penutupan sekaligus penyampaian hasil rekomendasi bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *