Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Sektor pariwisata Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara, semakin menunjukkan perkembangan yang menjanjikan. Kehadiran hotel bertaraf internasional, Manado Marriott Resort & Spa, di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, diyakini menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat daya tarik pariwisata daerah.
Optimisme tersebut disampaikan Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, menyusul rampungnya pembangunan Manado Marriott Resort & Spa yang dijadwalkan mulai menerima tamu pada 12 Desember 2026.
Menurut Joune Ganda, kehadiran jaringan perhotelan internasional seperti Marriott merupakan peluang besar bagi Minahasa Utara untuk semakin dikenal di pasar pariwisata global.
Ia menilai, keberadaan resor berkelas dunia tersebut tidak hanya akan menarik wisatawan lokal dan domestik, tetapi juga membuka peluang lebih luas bagi kunjungan wisatawan mancanegara ke Bumi Klabat.
“Kehadiran Manado Marriott di Minahasa Utara pastinya mendukung sektor pariwisata kita. Selain wisatawan lokal dan luar daerah, targetnya tentu para wisatawan kelas dunia. Hal ini nantinya akan berdampak positif terhadap perputaran uang di daerah kita,” ujar Bupati Joune Ganda, Sabtu (7/11/2026).
Bupati dua periode ini juga mengungkapkan bahwa prospek industri pariwisata Minahasa Utara semakin cerah dengan masuknya sejumlah investor besar yang melirik potensi daerah tersebut.
Selain Manado Marriott Resort & Spa, terdapat dua proyek perhotelan berstandar internasional lainnya yang mulai memasuki tahap pembangunan, yakni Medclub di Kecamatan Kema dan Shangri-La di Kecamatan Wori.
Menurutnya, keputusan para investor untuk menanamkan modal dalam jumlah besar menjadi salah satu indikator bahwa Minahasa Utara memiliki daya tarik dan prospek investasi yang menjanjikan.
“Mereka menginvestasikan uang dalam jumlah besar, bahkan nilainya mencapai triliunan rupiah. Artinya, daerah kita ini aman dan memiliki potensi yang luar biasa. Kita punya pantai-pantai indah serta berbagai objek wisata yang menjadi magnet bagi wisatawan, baik lokal, luar daerah, maupun mancanegara,” tegas Joune.
Manado Marriott Resort & Spa berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 30 hektare di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat. Resor berbintang lima tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman menginap berstandar internasional dengan memadukan konsep pesisir modern, material alami, serta panorama laut yang memukau.
Dengan total 344 kamar, suite, dan vila privat, kehadiran resor ini diharapkan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam Sulawesi Utara, khususnya kawasan pesisir Minahasa Utara.
Dari sisi aksesibilitas, Manado Marriott Resort & Spa berjarak sekitar satu jam perjalanan dari Bandara Internasional Sam Ratulangi dan sekitar 50 kilometer dari pusat Kota Manado.
Lokasinya yang strategis juga memberikan kemudahan bagi wisatawan untuk menjelajahi berbagai destinasi unggulan di Sulawesi Utara.
Beroperasinya resor internasional ini diharapkan memberikan efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian masyarakat. Mulai dari terbukanya lapangan pekerjaan, meningkatnya peluang usaha bagi pelaku UMKM, berkembangnya jasa transportasi, hingga meningkatnya permintaan terhadap produk dan jasa lokal.
Dengan semakin banyaknya investasi perhotelan berskala internasional, Minahasa Utara berpeluang memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi unggulan pariwisata di kawasan Indonesia Timur.
Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, masuknya investor global bukan sekadar tentang pembangunan fasilitas akomodasi mewah, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Joune Ganda pun optimistis, dengan potensi alam yang dimiliki serta dukungan investasi berskala internasional, Minahasa Utara akan semakin diperhitungkan sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia.
(ABL)










