Bupati Joune Ganda Ikuti Rakor BNPB, Imbau Warga Tetap Tenang Pasca Gempa 7,6 M di Sulut

 

Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Darurat Bencana gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Kamis (2/4/2026).

Rakor yang dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Gempa bumi yang terjadi pada pukul 05.48 WIB itu berpusat di koordinat 1,21 Lintang Utara dan 126,25 Bujur Timur, dengan jarak sekitar 127 kilometer tenggara Bitung dan kedalaman 18 kilometer. Guncangan kuat yang berlangsung sekitar 10 hingga 20 detik tersebut dirasakan cukup signifikan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Minahasa Utara.

Dalam rapat tersebut, dibahas sejumlah langkah strategis terkait mitigasi bencana, penanganan darurat, hingga koordinasi lintas sektor untuk memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.

Usai mengikuti Rakor, Bupati Joune Ganda menyampaikan tiga poin penting yang harus diperhatikan masyarakat dalam menghadapi situasi pascagempa, terutama potensi gempa susulan.

“Yang pertama, masyarakat harus tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Kedua, perhatikan kondisi bangunan dan lingkungan sekitar. Ketiga, selalu mengikuti informasi resmi dari pemerintah,” tegas Joune Ganda.

Bupati dua periode itu juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial.

Ia menegaskan pentingnya berpikir jernih serta mengutamakan keselamatan diri dan keluarga dalam situasi darurat.

Selain itu, warga diimbau untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau berpotensi roboh, serta segera menuju area terbuka apabila terjadi gempa susulan.

“Pastikan seluruh anggota keluarga dalam kondisi aman, dan siapkan tas siaga darurat seperlunya. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” tambahnya.

Pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan situasi melalui sumber resmi seperti BMKG, BPBD, serta aparat pemerintah setempat.

Langkah ini dinilai penting untuk menghindari kepanikan serta memastikan setiap tindakan yang diambil masyarakat berdasarkan informasi yang akurat.

Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat, diharapkan penanganan dampak gempa di Sulawesi Utara dapat berjalan efektif, sekaligus meminimalisir risiko yang ditimbulkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *