Ingin Menjadi Pelatih Kolintang, Mari Baca Buku Master Mauritz Tumandung

Petasulut.com – Seorang pelatih musik, termasuk musik tradisional seorang seniman harus memiliki kemampuan dasar terkait musik secara umum, juga terkait ketrampilan-ketrampilan memainkan sebuah alat musik.

Sama halnya dengan musik kolintang, musik tradisional kolintang yang digadang-gadang menjadi musik tradisional yang kaya akan nilai-nilai, baik filosofi, ataupun makna berbasis tradisi.

Sebagai musik yang kaya dan khas Minahasa, kita perlu mengetahuinya terutama dalam soal memainkannya. Namun demikian, hal yang penting dan sangat vital adalah kapasitas dan kapabilitas pelatih.

Pedoman pelatihan pelatih pemula secara khusus untuk pelatih kolintang, atau yang biasa disebut Ansembel Musik Kolintang Kayu Minahasa, perlu ada. Pedoman ini, tentu akan menjadi kunci setiap pelatih kolintang.

Berbagai alat musik berbasis tradisional pada akhirnya sangat memerlukan pedoman atau panduan untuk melatih. Para pelatih tentu juga perlu memiliki pedoman agar perjalanan melatih bisa berjalan dengan baik. Hal itu tentu tidak bisa kita pungkiri, menjadi sebuah dokumen penting apalagi dalam kerangka kolintang itu berproses ke UNESCO.

Proses ke UNESCO juga atas cara tertentu, memerlukan buku-buku penunjang, agar bisa memiliki fondasi yang kuat, dalam hal buku panduan memainkan musik kolintang, panduan pelatih, panduan bermain akor, dan lain sebagainya.

Demikian juga maka perlu kita pahami buku ini menjadi dasar untuk bisa menjadi pelatih pemula. Di dalamnya kita akan temukan macam-macam cara menjadi pelatih pemula. Maka mari kita belajar untuk mempersiapkan diri agar bisa menjadi pelatih yang matang.

Terinformasi, setelah perayaan kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2023, terbitlah 1 buku berjudul Pedoman Dasar Pelatih Pemula AMKK karya Mauritz Tumandung, S. Pd.

Mauritz adalah pelatih kolintang senior yang telah malang melintang di dunia musik kolintang di tanah air. Kendati demikian, Mauritz yang adalah kelahiran Bitung Sulawesi Utara, telah berkarier di Jakarta dan melatih sekian banyak grup kolintang disana.

Maha karya ini dapat dikatakan sebagai karya yang Mauritz torehkan ketika menjadi pelatih kolintang. Banyak hal yang coba diangkat Mauritz dalam karya ini, karena pentingnya musik dalam setiap jenis alat musik yang ada di Indonesia.

“Keunggulan buku ini adalah berangkat dari dasar menjadi pelatih adalah gambaran umum seorang pelatih AMKK,” Kata Mauritz

Berikut sistematika yang diuraikan oleh penulis dalam bukunya:

Pendahuluan
Bab 1 Pelatih Ansambel Musik Kolintang Kayu Minahasa
1. 1. Pengertian pelatih
1. 2. Pola kepemimpinan pelatih
1. 2. 1. Pola Kepemimpinan Otoriter
1. 2. 2. Pola Kepemimpinan Permisif
1. 2. 3. Pola Kepemimpinan Otoritatif

Bab 2 Kemampuan Dasar Pelatih Musik Kolintang
2. 1. Kemampuan Fisik
2. 2. Kemampuan Psikis
2. 3. Kemampuan Pengendalian Emosi
2. 4. Kemampuan Sosial
2. 5. Kemampuan Penguasaan Istilah Kunci dalam Musik

Bab 3 Musik Ansambel
3. 1. Sejarah Musik Ansambel
3. 2. Penyajian Musik Ansambel
3. 3. Birama: Pengertian, Fungsi, Jenis Dan Contoh Lagunya

Bab 4 Beberapa Jenis Musik Tradisional di Indonesia
4. 1. Pengertian & Ciri khas seni musik tradisional
4. 2. Fungsi musik tradisional
4. 3. Jenis Musik Tradisional di Indonesia

Bab 5 Pelatih AMKK & Kolaborasinya dengan Musik Tradisional Daerah Lain

Bab 6 Aransemen
6. 1. Jenis aransemen
6. 2. Teknik mengaransemen lagu
6. 3. Cara membuat aransemen
6. 4. Macam-macam notasi
6. 5. Pengertian aransemen
6. 5. 1. Aransemen
6. 5. 2. Pengembangan aransemen dalam musik kolintang
6. 5. 3. Pengertian Dasar aransemen
6. 5. 4. Aransemen dalam Musik Kolintang

Bab 7. Musik & Revolusi Mental (Refleksi FIlosofis Penulis tentang Peran Musik)

Penutup

Dari sistematika sebagaimana tersebut di atas, maka perlu juga kita memahami bahwa musik kolintang, musik khas Minahasa perlu untuk digaungkan selain dengan terus memainkannya, tapi juga membentengi itu dengan tulisan-tulisan yang perlu dan penting untuk memperkuat, sehingga kendati musik modern semakin gencar perkembangannya, namun musik tradisional juga ikut serta memperkuat dalam berbagai hal, terutama penulisan-penulisannya.

Akhirnya kita perlu memiliki buku ini, agar kita bisa mengetahui ciri khas musik kolintang itu.  Salam Budaya, Salam Kolintang.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *