Petasulut.com, MANADO – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Manado, Jemmy Asiku, mengajak para pengusaha muda di Sulawesi Utara untuk memanfaatkan peluang besar yang terbuka di era kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling (YSK), dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.
Ajakan tersebut disampaikan Jemmy Asiku saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan dan Latihan Daerah (Diklatda) HIPMI Sulut yang berlangsung di Swiss-Belhotel Maleosan Manado, Jumat (1/5/2026).
Menurut Asiku, saat ini Sulawesi Utara tengah memasuki momentum strategis bagi pertumbuhan investasi dan dunia usaha. Ia menilai kepemimpinan YSK berhasil menghadirkan iklim yang lebih terbuka bagi pengusaha lokal, khususnya generasi muda.
“Para pengusaha muda sekarang punya banyak peluang karena saya lihat akses dan relasi yang sudah dibuka oleh Pak Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Sulawesi Utara ini sekarang luar biasa,” ujar Jemmy Asiku.
Pernyataan tersebut menegaskan optimisme kalangan dunia usaha terhadap arah pembangunan ekonomi Sulut di bawah pemerintahan YSK-Victor yang dinilai semakin progresif dan terbuka terhadap investasi.
Dalam kesempatan itu, Jemmy juga menyoroti kehadiran Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, dalam agenda HIPMI Sulut sebagai sinyal kuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan industri dan sektor pertanian di Sulawesi Utara.
Ia menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar dunia industri di Sulut selama ini adalah keterbatasan bahan baku, meski sejumlah pabrik telah berdiri dan beroperasi.
“Tadi Menteri Pertanian hadir membawa dukungan bibit untuk Sulawesi Utara. Fakta di lapangan, pabrik sudah banyak buka di sini tapi bahan bakunya kurang. Maka dari itu Pak Menteri mendukung bibit, dan saya dengar pemerintah daerah juga siap mendukung pembukaan lahan-lahan tidur untuk diolah,” jelasnya.
Menurut Jemmy, langkah tersebut menjadi peluang emas bagi para pengusaha muda untuk masuk ke sektor produktif yang memiliki potensi jangka panjang, terutama di bidang pertanian modern dan industri hilirisasi.
Selain sektor pertanian, Jemmy Asiku juga memberi perhatian besar terhadap pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang saat ini terus dipacu menjadi Hub Port utama di kawasan timur Indonesia.
Ia menilai proyek strategis tersebut akan membuka ruang investasi besar yang harus dimanfaatkan oleh pengusaha lokal agar tidak kalah bersaing dengan investor luar daerah.
“Bagaimana pengusaha-pengusaha muda itu jeli melihat peluangnya dan segera ambil bagian. Jangan tunggu-tunggu, tapi harus cepat terlibat,” tegasnya.
Di sisi lain, Jemmy turut memberikan apresiasi terhadap kepemimpinan Ketua BPD HIPMI Sulut, Hizkia R. Sembel, yang dinilainya berhasil menghadirkan semangat baru bagi organisasi pengusaha muda di Sulawesi Utara.
Menurutnya, Hizkia memiliki gaya kepemimpinan yang aktif, rendah hati, dan mampu membangun kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak.
“Saya percaya dengan kapasitas Pak Hizkia. Beliau orangnya humble dan aktif mengajak teman-teman bergerak. Acara hari ini sukses besar dengan dukungan yang masif, itu membuktikan kapasitasnya. Saya yakin HIPMI Sulut ke depan akan luar biasa,” ungkap Asiku optimistis.
Kegiatan Diklatda HIPMI Sulut sendiri menjadi ruang strategis mempertemukan pemerintah, dunia usaha, dan generasi muda untuk membahas arah pembangunan ekonomi daerah yang lebih modern dan kompetitif.
(ABL)










