Petasulut.com, JAKARTA — Terus fokus eratkan kebersamaan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) melakukan konsolidasi bersama jajaran pengurus di 6 provinsi dari tanah Papua (Papua Barat, Selatan, Tengah, Pegunungan, dan Papua Barat Daya).
Kegiatan Konsolidasi yang digelar di Jakarta, Rabu (23/10/2025) tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Umum DPP PSI, Kaesang Pangarep didampingi jajaran pengurus pusat lainnya.

Dalam acara itu, Ketua DPP PSI Bidang Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif, Melky Jakhin Pangemanan (MJP) sampaikan Semangat solidaritas dan persaudaraan kepada masing-masing jajaran pengurus DPW dan DPD di 6 provinsi tanah Papua yang hadir.
Dalam kelasnya, MJP memberikan arahan strategis terkait Pembinaan Fraksi dan Anggota Legislatif, juga langkah-langkah politik di daerah, terutama bagaimana PSI dapat memperkuat struktur dan memperluas basis dukungan di wilayah timur Indonesia.
“Solidaritas adalah kunci kekuatan kita. Tanpa solidaritas, politik kehilangan makna. Karena itu, kita harus hadir dengan hati dan keberanian, menyatu dengan masyarakat, dan memperjuangkan suara mereka,” ujar Melky dengan tegas.
Suasana diskusi berlangsung hangat dan penuh semangat, mencerminkan karakter PSI yang terbuka, progresif, dan inklusif terhadap seluruh elemen bangsa.
Melky Pangemanan juga menekankan pentingnya penguatan kerja politik berbasis isu konkret dan kebutuhan masyarakat lokal. Ia menilai, Papua memiliki potensi besar baik secara ekonomi, sosial, maupun sumber daya manusia, yang perlu diangkat melalui politik yang berpihak dan berempati.
“PSI harus menjadi rumah politik yang menumbuhkan harapan di Papua. Kita tidak boleh berhenti di slogan, tapi harus turun langsung, membangun jejaring dan menghadirkan solusi bagi masyarakat,” ungkap Melky yang juga dikenal vokal dan berintegritas tinggi di parlemen.
Selain memberikan pembekalan strategi politik, MJP juga menyoroti pentingnya kaderisasi berkelanjutan di tubuh PSI. Ia mendorong agar para pengurus daerah memperkuat struktur kepemimpinan, memperbanyak ruang dialog, serta membuka partisipasi bagi generasi muda Papua yang memiliki semangat perubahan.
(ABL)










