Pelihara Budaya Tonsea, JGKWL Gelar Lomba Pacuan Roda Sapi Tradisional

Petasulut.com, MINUT – Hormati Budaya Peninggalan Para Leluhur di Tanah Tonsea (sebutan untuk Kabupaten Minahasa Utara) Joune Ganda-Kevin Lotulung Gelar Lomba Pacuan Roda Sapi Tradisional.

Lomba yang dilaksanakan di Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat, Sabtu (09/11/2024) kian meriah diikuti sejumlah peserta memacu kecepatan sapinya.

Lomba pacuan ini menggunakan sepasang sapi untuk menarik gerobak dan dikendalikan oleh satu joki menjadi pengendali arah dengan cara memegang tali yang diikatkan di dua sapi
agar berlari kencang di lintasan lurus.

Dua ekor sapi tersebut berlomba dengan sapi lainnya dipacu untuk adu cepat menuju garis finish sambil menarik kereta dari kayu tempat joki berdiri untuk mengendalikan kedua sapi tersebut.

Pusat lomba digelar di lapangan pacuan Desa Kolongan, Kecamatan Kalawat.

Para peserta lomba makin bersemangat mengejar posisi juara.

Di hari ketiga ini, merupakan final di semua kategori lomba.

Tak hanya tim roda sapi, ratusan warga turut memadati area sekitar lapangan pacuan.Lomba tersebut disponsori Relawan Kandang Skuad.

Sementara Calon Bupati Minut, Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, mendukung penuh semua rangkaian lomba.

Nilai Budaya yang dapat diambil dari pacuan sapi adalah kerja keras, kerja sama, persaingan, ketertiban, dan sportivitas. Nilai kerja keras tersebut didapatkan dalam proses pelatihan sapi yang bisa menjadi seekor sapi pacuan yang kuat dan tangkas.

Diketahui, Joune Ganda secara adat Tonsea diberi gelar sebagai Tonaas Wangko Minaesa Amian itu, gelar tersebut diberikan oleh Pakasaan Makasiow Paimpulan Ne Tonsea .
dalam ritual adat “Paimpuluan Ne Tonsea”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *