Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Sektor Pariwisata di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kian berkembang dan naik kelas di level internasional. Hal ini bukan sekedar tulisan diatas kertas saja, tetapi dibuktikan dengan dibangunnya tiga hotel bertaraf internasional di Bumi Tonsea.
Berkat tangan dingin Bupati Joune Ganda, tiga hotel bintang lima bertaraf internasional hadir di Kabupaten Minahasa Utara, ketiga hotel bintang lima ini adalah Marriot Resort dan Spa di Desa Paputungan, Kecamatan Likupang Barat, Club Med di Desa Waleo Dua dan Makalisung Kecamatan Kema, serta Shangri-La Hotel dan Resort di Desa Budo Kecamatan Wori.
Investasi bernilai fantastis di Tanah Tonsea ini, datang bukan hanya semata-mata karna Minahasa Utara memiliki Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) , melaikan buah manis dari kepiawaian Bupati Joune Ganda untuk meyakinkan para pemilik modal bahwa Bumi Klabat memiliki iklim investasi yang sehat.
Berlatar belakang pengusaha sukses di ibu kota, Bupati Joune Ganda mampu menyelami hal-hal penting apa, yang bisa meyakinkan para pemilik modal untuk memantapkan hatinya, menginvestasikan uang senilai triliunan rupiah di wilayah yang penduduknya tidak sampai 340.000 jiwa ini.
Terkait masa depan cerah sektor Pariwisata Minut, Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Rizya Ganda Davega mengatakan, pelaku UMKM menjadi salah satu tiang penyangga yang memperkuat industri pariwisata.
“Pastinya, ini satu rangkaian yang tak terpisahkan, saat para wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke Minahasa Utara, selain menikmati keindahan alam yang ada, mereka pasti mencari buah tangan yang akan mereka bawah pulang ke daerah atau ke negera asalnya” ujar istri tercinta Bupati Minut Joune Ganda, Rabu (04/11/2026).
Ketua TP PKK Minut itu menambahkan, sektor pariwisata di Bumi Klabat akan lebih berkembang ketika setiap stakeholder terkait, dan seluruh komponen masyarakat bersinergi untuk menarik minat wisatawan.
“Untuk semua, dan khususnya para pelaku UMKM mari bersama kita mengawal kesempatan emas ini, siapkan produk-produk unggulan, dengan ciri khas daerah kita, baik dari kulinernya, dan buah tangan lainnya, seperti kerajinan tangan berbahan dasar batok kelapa dan sebagainya, kesuksesan itu tidak mesti dimulai dari pabrik besar, terkadang kesuksesan suatu usaha dimulai dari dapur kecil, dari garasi rumah, dan dari hal-hal kecil yang konsisten dilakukan” tukas Rizya.










