Petasulut.com, MINUT – Penerapan percepatan antrean pasien yang berobat rawat jalan di RSUD Maria Walanda Maramis berjalan dengan baik.
Dimana, penerapan tersebut dilakukan dengan sistem pemanfaatan antrean secara online.
Pencapaian pemanfaatan antrean online di RSUD Maria Walanda Maramis mencapai 94,17 persen.
RSUD Maria Walanda Maramis pun terus berbenah dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Diketahui, Sistem Antrean Online Pasien BPJS adalah sistem yang diciptakan oleh BPJS dan diintegrasikan dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) berbasis digital, dimana sistem ini akan mempermudah pasien untuk melakukan registrasi saat berobat ke Poliklinik RSUD Maria Walanda Maramis.
Dimana, Pasien yang dulunya harus mengantri secara manual, saat ini dipermudah dengan sistem tersebut.
Secara teknis, Pasien BPJS yang sudah mendaftar memakai aplikasi Mobile JKN akan langsung mendapatkan nomor antrean secara online yang akan didaftarkan dengan metode “check in” di area pendaftaran pasien.
Lalu pasien akan diberikan “boarding pass” untuk dibawa ke Poliklinik. Saat pasien di ruang Poliklinik, pasien akan dipanggil oleh sistem pemanggilan otomatis dalam bentuk viewer.
Mengenai hal tersebut, Direktur RSUD Maria Walanda Maramis, Dr. dr. Joice L. M. Katuuk, M.Kes menerangkan bahwa peningkatan pelayanan ini tentunya selaras dengan visi Rumah Sakit dan visi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
“Terwujudnya pelayanan kesehatan prima dan bermutu berbasis digital adalah visi Rumah Sakit, dimana merupakan juga turunan dari Misi ke-4 Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara,” Ungkap Katuuk, Kamis (29/02/2024).
Katuuk juga mengharapkan Peningkatan pelayanan berbasis digital akan mempermudah akses pelayanan dan memberikan dampak positif kepada masyarakat.
“Ini juga sebagai bentuk tindak lanjut terhadap 2 dari 6 pilar Transformasi Kesehatan dari Kementerian Kesehatan Indonesia, yaitu Transformasi Layanan Rujukan dan Teknologi Kesehatan,” Ucapnya.
Dampak dari peningkatan pelayanan ini juga tergambar dalam data dari BPJS Kesehatan, dimana RSUD Maria Walanda Maramis per tanggal 19 Februari 2024 boleh mencapai peringkat ketiga dalam Pemanfaatan Antrean Online Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) dengan capaian 94,17%.
“Tentunya capaian tersebut tidak membuat Rumah Sakit berpuas diri, namun menjadi pemicu bagi Rumah Sakit agar mempertahankan atau bahkan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara paripurna,” Jelas Katuuk.
Pun, Katuuk menuturkan bahwa Perbaikan terus menerus menjadi semangat Rumah Sakit untuk terus berbenah.
“Dan tentunya diharapkan kerjasama dari seluruh pihak baik manajemen dan pegawai Rumah Sakit, sehingga bisa mendapatkan feedback dari masyarakat dalam bentuk kepuasan terhadap pelayanan Rumah Sakit,” Tutupnya.
(ABL)










