Petasulut.com, SULUT – Gerakan Anti Korupsi (GAK) Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan seminar daring yang bertema ‘Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi Sulawesi Utara’, sabtu (25/06) pukul 20.00 WITA sampai selesai.
Kegiatan ini dilaksanakan tujuannya untuk tukar menular ilmu, pengalaman dan menyamakan persepsi mengenai topik.
Pada Webinar itu, Ketua GAK LPT Sulut, Jhon Dumais dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini Bertujuan Menyamakan persepsi pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi dan menguatkan jejaring Anti Korupsi di Sulut.
“Diharapkan dari webinar ini terciptanya semangat dan harapan akan terbangun, keterpanggilan yg kuat, bersinergi menguatkan semua sendi-sendi agar GAK dapat digelorakan,” Kata Dumais.
Pun, Ketua Gerakan Anti Korupsi Lintas Perguruan Tinggi (GAK LPT), Suwidi Tono dalam pemaparannya mengakui bahwa praktik korupsi masih marak terjadi di indonesia. Dan Kampus adalah garda terdepan dalam memerangi Korupsi.
“Untuk itu webinar ini sangat penting untuk di ikuti dan di manfaatkan. Karena kita bisa berbagi pandangan dari berbagai sudut. Semoga pertemuan online ini bisa berpengaruh dan berdampak positif dalam kehidupan masyarakat dan pemerintahan di Indonesia,” Jelasnya sembari berharap lewat webinar ini kita bisa mendapat solusi nyata terutama di Sulut.
Pada kesempatan itu pula, Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili oleh Kepala Inspektorat Provinsi Sulut, Meki Onibala menuturkan bahwa menyambut baik dan merespon positif pelaksanaan kegiatan ini sekaligus mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi tinggi kepada GAK LPT Sulut yang telah bersinergi dan bekerja keras dalam menggagas kegiatan ini.
“Korupsi adalah suatu persoalan yang dihadap bangsa ini. Data dari Transparency International Corruption Perceptions Index 2021 juga mengingatkan korupsi Indonesia berada pada peringkat 96 Dunia dari 180 negara. Jika dilihat dari presentasinya, Indonesia memang masih jauh untuk menempati posisi 10 besar namun demikian kita ketahui bersama bahwa fenomena korupsi yang terjadi di Indonesia sudah memberikan dampak buruk yang luar biasa pada seluruh insan kehidupan baik sistem perekonomian, demokrasi, politik, hukum, pemerintahan maupun tatanan sosial kemasyarakatan,” Jelasnya.
“Sehingga di indonesia korupsi telah dipandang sebagai kejahatan luar biasa yang harus diberantas secara bersama-sama karena dampak buruknya bila tidak disikapi atau dibiarkan berlangsung, cepat atau lambat kegiatan korupsi akan menghancurkan sendi-sendi kehidupan serta memperlambat proses pembangunan bangsa,” Tambah Onibala.
Terkait dengan pemberantasan korupsi, Onibala menyebut bahwa pemerintah Indonesia telah berusaha keras untuk memerangi korupsi dengan berbagai cara. KPK menjadi aktor utama upaya pencegahan dan penindakan tindak korupsi.
“Di daerah Sulut pun demikian, kolaborasi antara inspektorat daerah dan BPK, BPKP, ICW, kejaksaan, kepolisian, militer serta lembaga-lembaga terkait merupakan bukti nyata pemerintah provinsi sulut dalam memerangi, mencegah dan menangani tindak korupsi. Selama ini upaya mencegahan korupsi di Sulut berjalan dengan baik, dicontohkan dengan opini WTP bagi LKPD Sulut 8 kali berturut-turut dan juga perolehan peringkat 2 nasional dalam monitoring center for prevention,” Tuturnya.
“Kedepannya dalam mengoptimalkan upaya, masih sangat dibutuhkan peran serta komponen pembangunan dan elemen masyarakat termasuk didalamnya para generasi muda dalam memberantas korupsi. Yang paling efektif adalah tindakan pencegahan preventif yang dalam ditempuh lewat kegiatan edukatif atau bersifat informatif yang dapat memutus mata rantai praktik korupsi. Oleh karena itu kegiatan ini sangat penting untuk diikuti dan manfaatkan karena akan berpengaruh pada penerapan nilai nilai serta budaya anti korupsi di dalam kehidupan sehari-hari,” Pungkasnya.
Ketua GAK Sulut yang juga mantan Anggota DPRD Sulut, Jhon Dumais mengucap terima kasih buat Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang sudah memberikan sambutan sekaligus membuka, dalam hal ini diwakili oleh Inspektur, Meki Onibala.
“Pencapaian Sulut sebagai 10 provinsi terbaik serta berturut-turut secara spektakuler mendapatkan WTP. Sangat besar harapan Pak Gubernur OD dalam membantu mendorong agar Pendidikan anti korupsi dapat berjalan, bukan saja di Perguruan Tinggi tapi juga di Jenjang Pendidikan Dasar, Menengah dan Kejuruan,” Jawab Dumais.
Dumais juga mengakui bahwa kegiatan Webinar ‘Pendidikan Anti Korupsi di Perguruan Tinggi di Sulut’ ini mendapatkan sambutan hangat dari para peserta, dimana sebanyak 110 peserta yang ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung selama hampir 3 jam.
Turut hadir Ketua DPRD Sulut Fransiskus Andi Silangen, para rektor perguruan tinggi di Sulut, pejabat sipil, TNI, Polri, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, Mahasiswa dan Insan Pers.
(ABL)










