Dosen UNIMA Dorong Digitalisasi Sekolah: Guru SD Inpres Kakas Kini Melek Administrasi dan PPDB Online

Petasulut.com, MINAHASA – Di tengah derasnya arus digitalisasi pendidikan, dosen Universitas Negeri Manado (UNIMA) hadir membawa angin segar bagi dunia sekolah dasar.

Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen UNIMA memberikan pelatihan kepada guru-guru SD Inpres Kakas untuk mengoptimalkan website sekolah sebagai pusat layanan administrasi digital sekaligus sarana informasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Program PKM yang diketuai oleh Anas Romzy Hibrida, S.Sos., MM  ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital di sekolah dasar. Guru-guru yang sebelumnya masih kesulitan dalam pengelolaan administrasi berbasis daring kini mendapatkan bekal praktis untuk mengelola arsip digital, surat-menyurat, hingga publikasi PPDB secara transparan melalui website sekolah.

penyampaian materi pengabdian

Kegiatan berlangsung pada 24 Juli 2025 dan dilaksanakan dalam beberapa tahap, mulai dari sosialisasi, pre-test, pelatihan materi, pendampingan teknis, hingga post-test evaluasi.

Hasil evaluasi menunjukkan adanya lonjakan kompetensi signifikan, dengan rata-rata peningkatan lebih dari 30 poin pada aspek penguasaan website, administrasi digital, serta publikasi informasi PPDB.

Menurut Anas Romzy Hibrida, kegiatan ini dirancang agar guru tidak hanya memahami konsep digitalisasi, tetapi juga mampu langsung mempraktikkannya.

“Kami ingin agar guru terbiasa menggunakan website sekolah bukan sekadar formalitas, tetapi benar-benar sebagai sarana layanan pendidikan. Mulai dari administrasi hingga informasi PPDB, semua harus transparan, cepat, dan bisa diakses masyarakat luas,” ujarnya.

Kepala Sekolah SD Inpres Kakas, Chris J Tentero, juga mengungkapkan rasa syukur atas kegiatan ini.

“Selama ini kami sering bingung bagaimana memanfaatkan website sekolah. Setelah ikut pelatihan, kami jadi lebih percaya diri mengelola administrasi digital dan menyampaikan informasi PPDB. Ini sangat bermanfaat bagi kami dan orang tua siswa,” katanya dengan antusias.

supervisi praktek aplikasi website

Selain materi pelatihan, tim PKM UNIMA juga menyiapkan modul pembelajaran digital dan video tutorial singkat sebagai bahan belajar mandiri guru. Tak hanya itu, ada pula rencana tindak lanjut (RTL) berupa pendampingan online selama 3 bulan serta evaluasi berkala agar implementasi digitalisasi di SD Inpres Kakas berjalan berkesinambungan.

Kegiatan ini didukung oleh hibah skema PNBP LPPM UNIMA, dengan pencairan dana tahap awal sebesar 70% dari total pendanaan atau sebesar Rp3.808.729,- yang dikelola secara transparan untuk honorarium narasumber, transportasi, konsumsi, bahan ajar, publikasi, hingga dokumentasi kegiatan. Transparansi dana menjadi salah satu komitmen penting agar kegiatan PKM dapat dipertanggungjawabkan secara akademik maupun administratif.

Dengan terlaksananya PKM ini, SD Inpres Kakas kini menjadi salah satu sekolah dasar di Minahasa yang mulai menerapkan administrasi digital secara konsisten.

UNIMA berharap program ini bisa direplikasi ke sekolah-sekolah lain, sehingga semakin banyak guru dan siswa merasakan manfaat digitalisasi pendidikan.

“Transformasi digital di sekolah dasar adalah kebutuhan, bukan pilihan. Melalui PKM, kami ingin membuka jalan agar guru-guru terbiasa dengan layanan digital, dan masyarakat mendapatkan informasi pendidikan yang lebih cepat dan akurat,” tutup Anas Romzy Hibrida.

Kegiatan PKM ini menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, dan masyarakat mampu melahirkan perubahan nyata. Digitalisasi sekolah yang dimulai dari SD Inpres Kakas diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi sekolah lain di Kabupaten Minahasa dan Sulawesi Utara.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar