Jadi Sekjen APKASI, Pengamat Sebut Bupati Joune Ganda Bawa Kehormatan untuk Sulawesi Utara

Petasulut.com, MINUT – Hajatan Musyawarah Nasional (Munas) ke VI Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) dan Hari Ulang Tahun Ke 25 APKASI yang diselenggarakan di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut) baru saja selesai.

Untuk hasil Munas ke VI APKASI diketahui menelorkan kepengurusan baru dimana Bupati Lahat – Sumatera Selatan (Sumsel), Bursah Zarnubi, menjadi Ketua Umum dan Bupati Minut Joune Ganda menjadi Sekretaris Jenderal (Sekjen) serta Bupati Bandung – Jawa Barat (Jabar), Dadang Supriatna didaulat menjadi Ketua Harian.

Hasil Munas APKASI ke VI mendapat catatan menarik dari Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut, Taufik M Tumbelaka.

Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulawesi Utara

“Hasil Munas ke VI APKASI cukup menarik dikarenakan ada 2 point, yaitu pada saat pemilihan Ketua Umum terlihat tetap mempertahankan pola musyawarah dimana semangat kebersamaan menjadi dasar. Ke dua terpilihnya Ketua Umum dari Kabupaten Lahat Sekjen dari Kabupaten Minut dan Ketua Harian dari Kabupaten Bandung, ini menggambarkan ‘Harmoni Indonesia” ujar Taufik M Tumbelaka, Pengamat Politik dan Pemerintahan Sulut yang dikenal merupakan putera bungsu Gubernur Pertama Sulut.

Terkait terpilihnya Bupati Minut – Sulut menjadi Sekjen APKASI, Tumbelaka memberi catatan menarik.

Tumbelaka menyebit, terpilihnya Bupati Minut, Joune Ganda, menjadi Sekjen APKASI, ini capaian yang patut disyukuri warga Sulut. Dikarenakan itu posisi sangat strategis, Dalam organisasi dikenal ada 3 posisi strategis. Biasa disingkat KSB, Ketua Umum atau Ketua, Sekjen atau Sekretaris dan Bendahara Umum atau Bendum atau Bendahara.

“Jadi kepercayaan menjadi Sekjen itu kehormatan besar untuk propinsi Sulut. Sebelumnya perwakilan Sulut juga pernah dapat kepercayaan tinggi dalam APKASI, yaitu ketika Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugina Paruntu menjadi Bendahara Umum APKASI seingat saya untuk kepengurusan periode 2015 – 2020,” terang Taufik M Tumbelaka yang juga mantan Ketua pertama Keluarga Alumni Unìversitas Gadjah Mada (KAGAMA) Kota Manado.

Lanjut Tumbelaka, Dipercayanya Bupati Minut, Joune JE Ganda menjadi ini capaian luar biasa. Dikarenakan Minut merupakan Kabupaten yang usianya belum lama. Berbeda dengan Kabupaten Lahat – Sumsel yang telah ada sejak tahun 1950-an. Jumlah kecamatan di Kabupaten Lahat sekitar 24 Kecamatan. Untuk Kabupaten Bandung usianya sudah ratusan tahun, dari pertengahan tahun 1600 dengan jumlah penduduk sekarang sekitar 3,7 juta jiwa.

“Jadi kalau melihat dari sisi itu, capaian Kabupaten Minut dan juga propinsi Sulut dalam Munas ke VI APKASI patut disyukuri bersama.”, pungkas Taufik M Tumbelaka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *