Petasulut.com, Minahasa Utara — Menjelang perayaan Hari Raya Natal, Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat. Tinggal sembilan hari lagi umat Kristiani akan merayakan kelahiran Tuhan Yesus Kristus pada 25 Desember 2025, Pemkab Minut melalui Dinas Perdagangan menyalurkan kupon subsidi senilai Rp30.000 per kilogram bagi masyarakat kurang mampu.
Pembagian kupon subsidi tersebut dipusatkan di Pasar Airmadidi, Selasa (16/12/2025), dan dilakukan langsung oleh Bupati Joune Ganda. Kehadiran orang nomor satu di Tanah Tonsea itu bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) disambut antusias oleh para pedagang maupun warga yang sedang berbelanja di pasar.
Bupati Minahasa Utara dua periode itu tampak berkeliling kompleks pasar, menyapa para pedagang, berdialog dengan pembeli, sekaligus membagikan kupon subsidi kepada warga. Suasana pasar pun terlihat semakin hidup dengan interaksi langsung antara kepala daerah dan masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Joune Ganda menjelaskan bahwa daging babi menjadi salah satu komoditas utama dan paling dibutuhkan masyarakat Minahasa Utara saat perayaan besar umat Kristiani, khususnya Natal. Untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga menjelang hari raya, pemerintah daerah mengambil langkah konkret dengan memberikan subsidi langsung kepada masyarakat.
“Kami membagikan kupon subsidi agar harga daging babi bisa lebih terjangkau. Ini merupakan wujud perhatian pemerintah kepada rakyat, khususnya menjelang perayaan Natal,” tegas Joune Ganda.
Lebih lanjut, Joune menyampaikan bahwa hingga sembilan hari menjelang Natal, harga daging babi maupun kebutuhan pokok lainnya di Minahasa Utara masih terpantau relatif stabil. Kondisi ini dinilainya sebagai indikator positif terhadap daya beli masyarakat dan efektivitas langkah pengendalian harga yang dilakukan pemerintah.
“Sampai hari ini, harga kebutuhan pokok masih stabil. Saya optimis Minahasa Utara mampu menjaga laju inflasi sesuai target pemerintah, yakni berada di kisaran 1,5 hingga 3,5 persen,” pungkasnya.










