oleh

Mengenal 5 Tradisi Unik Suku Minahasa di Sulawesi Utara

Petasulut.com, SULUT – Indonesia mempunyai beragam suku dan budaya. Tak heran jika disuatu daerah kita bisa melihat dan menyaksikan tradisi-tradisi unik yang diperkenalkan.

Dari sekian banyak tradisi unik yang kita temui, ada suatu daerah yang memiliki khas tersendiri yang membuat kita akan selalu teringat yakni suku minahasa yang berada di provinsi Sulawesi Utara yang ber-ibukota di Manado.

Suku Minahasa sangat terkenal dan kental dengan kebudayaan serta kulinernya yang ekstrem.

Tak hanya itu, provinsi yang dikenal dengan ikatan toleransi dan kerukunan yang sangat erat inipun mempunyai keindahan alam yang mempuni. Tak jarang para turis sering mengunjungi Kota Manado sebagai salah satu tempat liburan.

Masyarakat Minahasa pun sangat terkenal dengan keramahannya, seperti berada di rumah sendiri.

Simak, beberapa tradisi unik suku Minahasa:

Musik Kolintang (Foto/MinahasaBisnis)

Kesenian Musik Kolintang
Tidak bisa dipungkiri kalau setiap daerah di Indonesia memang memiliki pilihan musik tradisionalnya masing-masing. Suku Minahasa juga memiliki salah satu alat musik tradisional yang akan membuat kamu tersenyum karena perpaduan suaranya sangat menenangkan.

Kolintang sendiri biasanya dimainkan dalam bentuk orkes dan sudah diajarkan sejak dini, bahkan ketika anak-anak masih duduk di bangku sekolah. Bentuknya yang cukup besar tentunya mampu menghasilkan suara nan merdu.

Alat musik tradisional ini terbuat dari kayu belar yang juga sering disebut sebagai wunut, kemudian seiring dengan perkembangan zaman, kolintang sendiri terbuat dari kayu cempaka. Sehingga kalau kamu sedang berkunjung ke Kota Manado, jangan lupa untuk mencari tahu mengenai pementasan musik Kolintang yah.

Kegiatan mapalus (foto/Fadillahternate)

Kegiatan Mapalus

Gotong royong memang sudah menjadi sebuah kegiatan yang menyimbolkan masyarakat Indonesia. Sama halnya dengan Suku Minahasa, karena terdapat sebuah sistem tradisionalnya yang berbentuk gotong royong.

Kegiatan Mapalus sendiri merupakan prosedur kerjasama secara bergiliran oleh setiap anggota untuk kepentingan bersama. Ambil contoh saja, untuk membuat fasilitas umum di perumahan atau desa, tentunya kegiatan ini akan dilakukan.

Dalam pengertian lainnya Kegiatan Mapalus merupakan kesadaran bersama untuk berkarya, berpikir dan lain-lainnya. Merupakan sebuah pemandangan yang biasa di Manado atau Sulawesi Utara apabila terdapat sekumpulan orang berkerja bersama untuk kepentingan umum.

Tari Kabasaran Asal Minahasa (Foto/petasulut.com)

Tari Cakalele/Kabasaran
Selain dari musik tradisionalnya, Suku Minahasa juga memiliki salah satu tariannya yang mampu menarik banyak perhatian dari para wisatawan ataupun pelancong. Bahkan tarian ini meniru perilaku yang dilakukan para leluhur ketika melawan musuh dan diperagakan.

Tarian tersebut ialah Tari Cakalele atau Kabasaran, kamu bisa menemukan tarian ini ketika ada acara-acara tradisional seperti pagelaran seni budaya atau menyambut tamu. Tarian ini pun sangat uni, karena para penarinya akan menggunakan pakaian adat berwarna merah yang terlihat sangat sangar.

Bahkan tarian ini juga menjadi ikon dari kebudayaan Suku Minahasa, tak heran apabila kamu dengan mudah akan menemukan gambar atau videonya di internet. Namun, kurang rasanya apabila kamu belum melihatnya secara langsung.

Upacara toki pintu (Foto/visitlikupang)

Upacara Toki Pintu
Berikutnya mengenai tradisi masyarakat Suku Minahasa yang perlu untuk kamu ketahui ialah Upacara Toki Pintu. Bisa dikatakan pula, kalau tradisi ini cukup sakral, karena dilakukan pada saat pernikahan adat Suku Minahasa.

Karena mayoritas dari masyarakatnya memeluk agama Kristen Protestan, maka acara ini dilakukan dengan makan malam dan acara kebaktian. Tradisi ini memang sulit untuk ditemukan karena memang sangat privasi dan bagi para wisatawan yang ingin melihat harus meminta izin dulu kepada pihak keluarga.

Upacara Toki Pintu sendiri berisi antar harta hingga prosesi upacara adat ini dirangkai dalam satu hari pelaksanaan. Daripada kamu semakin penasaran terhadap upacara ini, coba saja langsung cari informasi melalui warga setempat dan lihat sendiri bagaimana upacara ini dilaksanakan.

 

Waruga (Foto/waruga)

Waruga
Tradisi pemakaman Suku Minahasa juga tak kalah menariknya, karena terdapat perbedaan dengan peletakkan posisi jenazah kea rah utara dan di tekuk kaki jenazah sehingga tumit kaki menempel pada bagian bokong serta kepala mencium lutut.

Hingga hari ini suku Minahasa masih menjalankan tradisi unik ini, dalam tradisi ini jenazah juga dihadapkan ke utara memberikan uncur simbolik yaitu menandakan bahwa nenek moyang Suku Minahasa berasal dari bagian Utara. Setelah itu, jenazah dikubur dalam sebuah bangunan batu yang bernama Waruga.

Waruga sendiri diambil dari dua kata yaitu Waru dan Ruga, Waru memiliki arti rumah dan RUga memiiki makna badan. Bisa disimpulkan juga kalau Waruga ini merupakan tempat badan yang di mana roh dari badan tersebut telah kembali kepada Sang Pencipta.

Konon katanya mayat yang telah dimakamkan di Waruga ini akan berubah sendirinya menjadi abu secara alami tanpa ada proses kremasi. Tak heran apabila Waruga sendiri juga menjadi daya tarik pariwisata kawasan Sulawesi Utara, baik untuk wisatawan asal dalam maupaun luar negeri.

Semoga informasi ini bisa berguna dan menjadi jendela terhadap ragam kebudayaan Indonesia yang penuh dengan kejutan dan keunikan.

Source: Pegipegi

(ABL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *