Reses di Sonder, Braien Waworuntu Janji Akan Perjuangkan Aspirasi Warga

Petasulut.com, SULUT – Pimpinan komisi I DPRD Sulut Braien Waworuntu menggelar kegiatan reses I Tahun 2023 di empat Desa Kecamatan Sonder Kabupaten Minahasa Rabu (3/5) untuk mendengarkan sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.

Ada hal menarik diungkapkan warga dihadapan Braien Waworuntu yang akrab disapa BW ini saat menggelar kegiatan di Desa Leilem III yang notabene kampung halaman Bupati Minahasa. Warga setempat justru mengeluh kekurangan air bersih.

” Kami berharap permasalahan air bersih khususnya di Desa Leilem III ini mendapat perhatian pemerintah Kabupaten Minahasa maupun Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” ucap salah warga.

Selain itu masyarakat setempat juga meminta perhatian pemerintah untuk pengadaan lampu jalan untuk meminimalisir potensi rawan kriminalitas sekaligus memudahkan warga setempat beraktifitas di malam hari.

Disisi lain Jen Raintung warga setempat meminta Braien Waworuntu yang akrab disapa BW dapat memfasilitasi proses permohonan pembuatan sertifikat pada tahun 2021 melalui Pemdes Leilem III.

” Hingga saat ini belum terealisasi permohonan; kami.Setelah di cek ke desa berkas permohonan kami kata Kades, tercecer. Apalagi kami sudah membayar hingga 300 ribu di BPN Minahasa disaksikan pemerintah desa ” keluh Jen Rantung.

Sementara di desa Sendangan I lingkungan II, Johnny Najoan menitipkan kerinduan terkait KISS dan BPJS, minta kejelasan apakah masih berlaku atau tidak lagi.

Terkait masalah pertanahan yang menjadi program Presiden Jokowi, warga berharap DPRD Sulut melalui Pimpinan Komisi I Braien Waworuntu dapat memfasilitasi serta meminta penjelasan instansi Badan Pertanahana Nasional (BPN) apakah program tersebut masih berjalan atau tidak.

Termasuk layanan Perusahaan Air Minum (PAM) yang dinilai kurang maksimal.

Sementara itu di lokasi Desa Kolongan Atas BW menerima aspirasi terkait pembangunan akses jalan di wilayah tersebut.

Di Desa Sendangan I jaga III sejumlah warga tergolong tidak mampu mempertanyakan sampai saat ini tidak pernah mendapat bansos sebagai orang miskin.

Pernah diumumkan ada pendataan orang miskin, tapi kami tidak pernah di data sebagai orang miskin, Terkesan pemerintah Desa pilih kasih mendata keluarga miskin. Bermohon melalui wakil rakyat bapak Braien Waworuntu dapat mendengar keluhan kami untuk disampaikan ke Pemerintah untuk mendapatkan bantuan keluarga miskin.

Disisi lain saat menggelar reses di Desa Kauneran Raya jaga III, perwakilan masyarakat Lisa Goni mengusulkan program bedah Rumah, dengan memperhatikan banyak warga tergolong miskin butuh perjuangan melalui reses ini.

Terkait masalah infrastruktur, Sami Oroh dan Hendra Ruus ikut menyampaikan aspirasinya terkait Drainase dan Lampu penerangan seputar desa belum ada.

Ruus mengungkapkan, Jalan Kauneran I khususnya jalur akses pasar rusak berat minta perhatian pemerintah ada baiknya bisa bangun jalan Hotmix, karena jalan ini berkontribusi untuk warga datang ke pasar.

Menanggapi aspirasi masyarakat BW menyampaikan komitmennya akan membawa dan mengawal aspirasi sesuai kewenangan masing – masing.

“Tugas ini saya lakukan sebagai pelayan masyarakat untuk memperjuangkan seluruh aspirasi yang sudah diungkapkan secara langsung di reses I tahun 2023 ini. Apa yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi tentu akan disampaikan langsung melalui instansi terkait, begitu juga yang menjadi kewenangan
pemerintah kabupaten Minahasa aja diteruskan kepada teman – teman Fraksi NasDem DPRD Minahasa untuk disampaikan kepada pemerintah.” jelas BW.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *