Reses Humanis Legislator Dhea Lumenta di Poigar, Warga Dapat Cek Kesehatan Gratis dan Bantuan Kursi Roda

 

Petasulut.com, BOLAANG MONGONDOW – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dari Fraksi Partai Gerindra, Dhea Eucharisty Lumenta, SE, kembali menghadirkan konsep reses yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Dalam pelaksanaan Reses Kedua Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 di Desa Nonapan Baru, Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow, Dhea tidak hanya menyerap aspirasi warga, tetapi juga menghadirkan pelayanan kesehatan gratis serta menyerahkan bantuan kursi roda kepada seorang warga lanjut usia yang membutuhkan.

Kegiatan yang berlangsung penuh kehangatan itu terlaksana berkat kolaborasi bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow dan BPJS Kesehatan, sebagai upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dan mudah diakses masyarakat.

Sejak pagi, warga Desa Nonapan Baru tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Selain menyampaikan berbagai usulan pembangunan kepada wakil rakyat, masyarakat juga memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi medis, hingga memperoleh informasi mengenai kepesertaan dan layanan BPJS Kesehatan.

Bagi Dhea, reses bukan sekadar memenuhi kewajiban konstitusional sebagai anggota legislatif, melainkan momentum untuk memastikan kehadiran pemerintah dapat benar-benar dirasakan masyarakat melalui aksi nyata.

Suasana haru mewarnai jalannya kegiatan ketika Dhea memfasilitasi penyerahan satu unit kursi roda kepada seorang lansia yang selama ini mengalami keterbatasan mobilitas akibat kelainan tulang.

Selama bertahun-tahun, lansia tersebut hanya mengandalkan tongkat kayu untuk berjalan. Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat mereka belum mampu membeli kursi roda sebagai alat bantu.

Penyerahan bantuan itu disambut penuh haru oleh keluarga penerima. Mereka mengaku bantuan tersebut menjadi harapan baru untuk memudahkan aktivitas sehari-hari sang lansia.

“Terima kasih kepada Ibu Dhea atas bantuan dan kepeduliannya. Kursi roda ini sangat berarti bagi keluarga kami karena selama ini orang tua kami hanya menggunakan tongkat untuk berjalan, padahal kondisinya sudah semakin lemah,” ungkap salah seorang anggota keluarga penerima bantuan.

Dhea mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Menurutnya, reses menjadi kesempatan terbaik untuk melihat langsung kondisi warga sekaligus memberikan solusi terhadap kebutuhan yang mendesak.

“Melalui reses ini kami ingin masyarakat tidak hanya menyampaikan aspirasi, tetapi juga memperoleh manfaat secara langsung melalui pemeriksaan kesehatan gratis dan layanan BPJS Kesehatan. Ketika melihat ada warga yang sangat membutuhkan kursi roda, kami berupaya memfasilitasinya agar dapat membantu aktivitas sehari-hari,” ujar Sekretaris Komisi II DPRD Sulut.

Selain persoalan kesehatan, warga juga menyampaikan berbagai aspirasi yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur desa, peningkatan pelayanan publik, serta program sosial yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Seluruh masukan tersebut, kata Dhea, akan menjadi bahan perjuangan di DPRD Provinsi Sulawesi Utara sesuai kewenangan yang dimiliki, sehingga kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dalam program pemerintah daerah.

Ia menegaskan komitmennya untuk terus mengawal berbagai aspirasi masyarakat Kecamatan Poigar, terutama yang berkaitan dengan peningkatan pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, dan pemberdayaan masyarakat.

“Reses adalah kesempatan bagi kami untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat. Saya berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh pelayanan kesehatan sekaligus merasakan kehadiran wakil rakyat di tengah-tengah mereka,” kata Politisi Dapil BMR itu.

Konsep reses yang memadukan fungsi legislasi dengan pelayanan publik mendapat apresiasi dari warga Desa Nonapan Baru. Kehadiran layanan kesehatan gratis dan bantuan sosial dinilai menjadi bukti bahwa kegiatan reses dapat memberikan manfaat langsung, bukan sekadar menjadi forum penyampaian aspirasi.

Melalui pendekatan tersebut, Dhea Eucharisty Lumenta kembali menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat untuk selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan mereka, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi persoalan yang dihadapi warga.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *