Petasulut.com, SULAWESI UTARA – Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Braien Waworuntu (BW), kembali menegaskan komitmennya sebagai wakil rakyat dengan turun langsung menyerap aspirasi masyarakat melalui Reses II Tahun 2026 yang digelar di Desa Tincep, Kecamatan Sonder, Kabupaten Minahasa, Selasa (4/8/2026).
Kegiatan yang dirangkaikan dengan bakti sosial pengobatan gratis tersebut berlangsung penuh antusias. Ratusan warga hadir memanfaatkan kesempatan untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi secara langsung kepada legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa-Tomohon itu.
Bagi Braien Waworuntu, reses bukan sekadar agenda konstitusional yang wajib dilaksanakan, melainkan momentum penting untuk mendengar suara masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi memperoleh perhatian dan tindak lanjut dari pemerintah.
Suasana dialog berlangsung terbuka dan interaktif. Warga menyampaikan beragam kebutuhan yang dinilai mendesak, mulai dari sektor pertanian, kesejahteraan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Salah satu aspirasi utama datang dari kalangan petani yang berharap distribusi pupuk bersubsidi dapat dilakukan secara lebih sederhana, transparan, dan tepat sasaran. Mereka mengeluhkan proses birokrasi yang dinilai masih berbelit sehingga menyulitkan petani memperoleh haknya pada waktu yang dibutuhkan.
Selain itu, masyarakat lanjut usia juga meminta perhatian lebih besar dari pemerintah daerah melalui program kesejahteraan yang berkelanjutan. Menurut mereka, kelompok lansia membutuhkan dukungan nyata agar tetap memperoleh pelayanan dan perhatian di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Sementara itu, kaum ibu menyuarakan harapan agar pemerintah memberikan bantuan berupa fasilitas usaha produktif yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga. Dukungan terhadap pelaku usaha kecil dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Menanggapi seluruh aspirasi tersebut, Braien Waworuntu menegaskan bahwa setiap masukan yang disampaikan masyarakat akan menjadi prioritas untuk diperjuangkan melalui mekanisme resmi di DPRD Provinsi Sulawesi Utara.
Ia memastikan seluruh aspirasi akan diteruskan kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Saya ada, berdiri di sini, dan menjadi anggota dewan karena bapak, ibu, dan seluruh masyarakat Desa Tincep yang memberikan kepercayaan kepada saya sebagai wakil rakyat. Apa yang menjadi aspirasi dalam reses ini adalah komitmen saya untuk diperjuangkan kepada pemerintah provinsi melalui instansi terkait,” tegas Ketua Komisi I DPRD Sulut itu.
Menurut Braien, kehadiran anggota legislatif di tengah masyarakat harus benar-benar memberikan manfaat nyata. Karena itu, ia menegaskan tidak ingin kegiatan reses berhenti sebatas mendengarkan keluhan, tetapi harus menghasilkan langkah konkret yang berdampak bagi masyarakat.
Ketua Komisi I DPRD Sulut itu juga menyampaikan bahwa pembangunan daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, diarahkan untuk semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat dengan menempatkan aspirasi rakyat sebagai salah satu prioritas dalam mewujudkan Sulawesi Utara yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Sebagai bentuk kepedulian sekaligus tanggung jawab moral kepada masyarakat, Braien turut menyerahkan bantuan dana pribadi kepada kelompok lanjut usia dan untuk mendukung berbagai kegiatan kemasyarakatan di Desa Tincep.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu operasional kelompok lansia sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong di tengah masyarakat.
Pelaksanaan reses yang dipadukan dengan pelayanan kesehatan gratis juga mendapat apresiasi dari warga. Selain dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat, masyarakat memperoleh manfaat melalui layanan kesehatan yang disediakan bagi warga.
Melalui kegiatan ini, Braien Waworuntu kembali menunjukkan bahwa fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran harus berjalan seiring dengan kehadiran nyata di tengah masyarakat. Baginya, kepercayaan yang diberikan rakyat harus dijawab dengan kerja konkret, konsistensi mengawal aspirasi, serta komitmen memperjuangkan kepentingan masyarakat hingga memperoleh solusi.
Reses di Desa Tincep pun menjadi bukti bahwa komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat tetap menjadi fondasi penting dalam menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kebutuhan warga, sekaligus memperkuat pembangunan Sulawesi Utara yang lebih inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
(ABL)










