Reses Jeane Laluyan Serap Aspirasi Warga Kleak-Batukota, Dorong Program UMKM untuk Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

 

Petasulut.com, MANADO – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Jeane Laluyan memanfaatkan masa Reses Kedua Tahun 2026 dengan turun langsung menemui masyarakat di daerah pemilihannya (Dapil) wilayah Kleak-Batukota, Kota Manado. Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi, terutama terkait kondisi ekonomi yang dinilai semakin berat.

Reses yang dihadiri sekitar 300 warga itu berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan dirangkaikan dengan ibadah. Momentum tersebut dimanfaatkan masyarakat untuk berdialog secara langsung dengan wakil rakyat yang duduk di Komisi II DPRD Sulut mengenai berbagai persoalan yang mereka hadapi.

Dalam dialog bersama warga, persoalan melemahnya perekonomian keluarga menjadi aspirasi yang paling banyak disampaikan. Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menghadirkan program-program yang mampu membantu mereka bangkit melalui penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menanggapi berbagai masukan tersebut, Jeane Laluyan mengatakan bahwa masyarakat saat ini membutuhkan dukungan nyata agar dapat kembali menggerakkan roda perekonomian keluarga.

“Yang paling banyak disampaikan masyarakat adalah kondisi ekonomi yang sedang sulit. Mereka membutuhkan bantuan pemerintah untuk memulai atau mengembangkan usaha kecil, seperti bantuan oven, mixer, maupun bantuan UMKM lainnya,” ujar politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menurut Jeane, mayoritas warga sebenarnya memiliki semangat dan kemauan untuk berusaha. Namun, tantangan yang kini mereka hadapi bukan hanya keterbatasan modal maupun peralatan, melainkan juga minimnya akses pemasaran terhadap produk yang dihasilkan.

Ia menilai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius agar bantuan pemerintah tidak berhenti pada pemberian alat, tetapi juga diikuti dengan pendampingan dan perluasan akses pasar bagi pelaku UMKM.

“Memang sekarang para pelaku usaha masih bingung harus menjual ke mana hasil usaha mereka. Tetapi yang terpenting, mereka memiliki kemauan untuk berusaha terlebih dahulu. Itu harus kita dukung,” katanya.

Mantan anggota DPRD Kota Manado itu menegaskan bahwa situasi ekonomi saat ini menuntut hadirnya kebijakan pemerintah yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.

Menurutnya, program pemberdayaan ekonomi harus mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, sehingga kesejahteraan keluarga dapat terus terjaga.

“Sekarang kita harus berpikir bagaimana memutar otak agar roda ekonomi bisa kembali berputar. Harapannya Pemerintah Provinsi Sulut dapat melahirkan program-program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat sehingga mampu meningkatkan perekonomian mereka,” ungkap Jeane.

Selain menyampaikan berbagai persoalan ekonomi, masyarakat juga mengapresiasi konsistensi Jeane Laluyan yang dinilai selalu hadir di tengah warga, baik dalam kapasitas sebagai anggota DPRD maupun dalam pelayanan sosial dan keagamaan.

Tokoh masyarakat, Elsa Rembang, mengungkapkan bahwa kepedulian Jeane kepada warga tidak pernah dibatasi oleh latar belakang ataupun status masyarakat yang dilayani.

“Beliau memang seorang penatua, tetapi tidak pernah memilih jemaat ataupun masyarakat. Selama itu masih masyarakatnya, Ibu Jane tetap hadir dan berbuat. Bahkan saat masa reses, ibu-ibu diundang untuk menyampaikan aspirasi. Itu menjadi bukti kepedulian beliau,” tutur Elsa.

Bagi Jeane Laluyan, reses merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional anggota legislatif untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan setiap aspirasi dapat diperjuangkan melalui pembahasan bersama pemerintah daerah.

Ia menegaskan akan mengawal berbagai usulan warga, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, serta program-program yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui reses tersebut, Jeane berharap komunikasi antara masyarakat dan DPRD Sulawesi Utara terus terjalin dengan baik sehingga setiap kebijakan yang lahir benar-benar berangkat dari kebutuhan riil masyarakat.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *