Petasulut.com, BOLAANG MONGONDOW – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Dhea Eucharisty Lumenta, SE, menghadirkan terobosan baru dalam pelaksanaan Reses Kedua Masa Persidangan Ketiga Tahun 2026 dengan memadukan penyerapan aspirasi masyarakat dan pelayanan kesehatan gratis di Desa Totabuan, Kecamatan Lolak, Kabupaten Bolaang Mongondow, Senin (3/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa reses tidak hanya dapat berfungsi sebagai forum komunikasi antara wakil rakyat dan konstituen, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow serta BPJS Kesehatan, Dhea menghadirkan pemeriksaan kesehatan gratis, konsultasi medis, hingga sosialisasi mengenai berbagai layanan jaminan kesehatan bagi masyarakat.
Langkah ini menjadi catatan penting karena Dhea dikenal sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara pertama dari Daerah Pemilihan (Dapil) Bolaang Mongondow Raya (BMR) yang menggabungkan agenda reses dengan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat.
Pemilihan Desa Totabuan sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Desa tersebut merupakan salah satu wilayah yang masuk kategori Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) sehingga masih membutuhkan perhatian lebih, terutama dalam aspek pelayanan dasar, termasuk kesehatan.
Sejak pagi, warga tampak antusias memanfaatkan layanan yang disediakan. Puluhan masyarakat mengikuti pemeriksaan kesehatan, berkonsultasi langsung dengan tenaga medis, sekaligus memperoleh penjelasan mengenai hak-hak mereka sebagai peserta BPJS Kesehatan.
Di sela-sela pelayanan kesehatan, Dhea juga membuka ruang dialog bersama masyarakat. Berbagai aspirasi disampaikan secara terbuka, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, peningkatan akses layanan kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga kebutuhan program yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Menurut Dhea, reses merupakan amanat konstitusi yang harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendengar kebutuhan masyarakat. Namun, ia menilai kegiatan tersebut juga perlu memberikan dampak langsung agar kehadiran wakil rakyat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Saya ingin reses tidak hanya menjadi forum mendengar aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan pelayanan yang benar-benar dirasakan manfaatnya. Karena itu kami berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kesehatan agar masyarakat bisa memperoleh pemeriksaan kesehatan gratis sekaligus mendapatkan informasi mengenai layanan kesehatan yang menjadi hak mereka,” ujar Dhea.
Ia menegaskan, masyarakat di wilayah 3T memerlukan perhatian yang lebih besar agar pelayanan pemerintah dapat dinikmati secara merata tanpa terkendala keterbatasan akses.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik, tetapi juga dari kemampuan pemerintah menghadirkan pelayanan publik yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Desa Totabuan memiliki tantangan tersendiri sebagai wilayah 3T. Aspirasi masyarakat akan saya kawal dan perjuangkan sesuai kewenangan di DPRD Provinsi Sulut. Saya bersyukur kegiatan ini menjadi yang pertama dilakukan oleh anggota DPRD Provinsi Sulut dari Dapil Bolaang Mongondow Raya. Semoga langkah ini dapat menjadi inspirasi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin dekat dengan masyarakat,” katanya.
Konsep reses yang menggabungkan fungsi legislasi dengan pelayanan publik tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat.
Seorang warga mengaku baru pertama kali mengikuti reses yang bukan hanya menjadi wadah menyampaikan keluhan dan harapan kepada wakil rakyat, tetapi juga memberikan pelayanan kesehatan secara langsung.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Dhea. Biasanya reses hanya mendengar aspirasi masyarakat. Kali ini kami juga bisa memeriksakan kesehatan secara gratis dan mendapatkan penjelasan tentang BPJS. Ini sangat membantu, apalagi kami tinggal di desa yang akses pelayanannya masih terbatas. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ungkap salah seorang warga.
Selain mengapresiasi pelayanan kesehatan gratis, masyarakat juga berharap berbagai usulan yang telah disampaikan dapat diperjuangkan hingga terealisasi, terutama pembangunan infrastruktur desa, peningkatan fasilitas kesehatan, serta program pemberdayaan ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan warga.
Pelaksanaan reses ini memperlihatkan pendekatan baru dalam menjalankan fungsi sebagai wakil rakyat. Tidak hanya menyerap aspirasi untuk dibawa ke ruang pembahasan di DPRD Provinsi Sulawesi Utara, tetapi juga menghadirkan solusi awal melalui pelayanan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Dhea Eucharisty Lumenta menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya warga di wilayah 3T, sekaligus memastikan bahwa fungsi legislasi dapat berjalan berdampingan dengan upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
(ABL)










