Petasulut.com, MINUT — Cantik, berkarisma, dan penuh dedikasi. Itulah sosok Bunda PAUD Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Rizya Ganda Davega, yang tampil memukau sebagai tamu undangan kehormatan dalam ajang Apresiasi Bunda PAUD Nasional Tahun 2025, yang digelar oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Menengah.
Kegiatan prestisius ini berlangsung pada 12–13 November 2025 di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, menghadirkan para Bunda PAUD dari seluruh Indonesia, mulai dari tingkat provinsi hingga desa. Dalam kegiatan ini, para peserta tampil anggun mengenakan busana batik dan selempang Bunda PAUD di hari pertama, serta kebaya nasional di hari kedua simbol keanggunan dan komitmen perempuan Indonesia dalam dunia pendidikan.
Dalam kesempatan tersebut, Rizya Ganda Davega menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi utama pembentukan karakter dan kecerdasan bangsa.
“Masa usia 0–6 tahun merupakan golden age, masa emas yang sangat menentukan arah tumbuh kembang anak di masa depan. Pada usia ini, pertumbuhan otak berkembang sangat pesat bahkan hingga usia empat tahun, kemampuan kecerdasan anak sudah mencapai 50 persen,” ujar Rizya penuh semangat.
Ia menegaskan, sejak bayi lahir, struktur otak manusia sudah terbentuk lengkap, namun proses pematangannya membutuhkan stimulasi dan dukungan lingkungan yang baik. Oleh karena itu, layanan PAUD memiliki peran vital dalam mengoptimalkan perkembangan anak di usia emas tersebut.
“Anak yang memperoleh layanan PAUD akan memiliki kemampuan pra-akademik yang lebih baik, dengan IQ dan skor akademik yang meningkat signifikan. Ini menjadi modal penting untuk kesiapan mereka menempuh jenjang pendidikan selanjutnya,” jelasnya.
Tidak hanya menyoroti lembaga pendidikan, Bunda PAUD Minut ini juga menekankan pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam mendukung pendidikan anak usia dini.
“Keluarga adalah lingkungan pertama anak belajar. Sebelum anak masuk PAUD, keluarga terutama seorang ibu memiliki peran besar sebagai pendamping dan pemberi stimulasi awal. Karena itu, keberhasilan PAUD tidak hanya tanggung jawab sekolah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat,” tutur Rizya.
Ia juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus digelar, sebagai wadah berbagi inspirasi dan praktik baik antar Bunda PAUD dari berbagai daerah di Indonesia.
Melalui dedikasinya, Rizya Ganda Davega berkomitmen menjadikan Minahasa Utara sebagai daerah yang ramah anak dan unggul dalam layanan PAUD berkualitas.
“Kita ingin melahirkan generasi emas Indonesia yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam karakter, berakhlak, dan memiliki daya saing global. Untuk itu, kolaborasi semua pihak pemerintah, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat sangat diperlukan,” pungkasnya.
Ajang Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 merupakan kegiatan tahunan yang digagas oleh Kemendikbudristek untuk memberikan penghargaan dan dukungan kepada para Bunda PAUD di seluruh Indonesia. Tujuannya adalah menguatkan sinergi dan kolaborasi dalam mewujudkan pendidikan anak usia dini yang merata, inklusif, dan berkualitas.
Melalui partisipasinya di ajang bergengsi ini, Rizya Ganda Davega tidak hanya membawa nama baik Minahasa Utara, tetapi juga menjadi inspirasi bagi para perempuan di Sulawesi Utara untuk terus berkarya dan berperan aktif dalam dunia pendidikan.










