Tanggapi Surat Pemecatan, Marhany Pua: Saya Tidak Lagi di Golkar, Saya Sekarang ODSK!

Petasulut.com, SULUT – Partai golkar Sulut diketahui telah mengeluarkan surat keputusan pemecatan kepada beberapa kader partai, hal itu berdasarkan Keputusan Rapat Terbatas Bidang Organisasi DPD PG Sulut beberapa hari yang lalu.

Alasan surat pemecatan itu dikeluarkan DPD PG Sulut karena sudah tidak sepaham lagi dengan langkah-langkah PG. Salah satunya, telah mendukung paslon lain dalam pilkada tahun 2020.

Menanggapi hal itu, Marhany Pua mengatakan bahwa memang ada semacam pemecatan pada kader Golkar yang di keluarkan oleh James Kojongian.

“Nah, kalo saya pribadi sebenarnya sudah tidak di Golkar lagi sejak musda Golkar terakhir itu. Ibu Tetty dan JAK minta saya masuk di pengurus Golkar, sudah saya tolak,” ungkap Pua kepada wartawan, senin (19/10) di Hotel Peninsula Manado.

Jadi Lanjut pua, bahwa dirinya sudah menyatakan sejak tahun lalu tidak bersedia lagi masuk sebagai pengurus Golkar. Oleh karena itu, tidak heran kalo ada tindakan yang seperti dilakukan oleh DPD Golkar Sulut untuk, istilah pemecatan atau pemberhentian bagi kader Golkar.

“Dan, bagi saya pribadi itu bukan satu hal yang dipersoalkan, karena saya sudah tidak aktif dan sudah menyatakan kembali menjadi Independen. Dan sebenarnya sikap itu dalam rangka mendukung Gubernur dan Wakil Gubernur ODSK pada pemilihan sekarang ini. Karena saya sudah melihat bahwa sebenarnya kita perlu menentukan sikap politik dari awal untuk kemajuan pembangunan Sulut. Jadi sejak satu tahun lebih bahkan hampir dua tahun sesudah setelah pemilu Lalu, sudah saya katakan untuk tidak masuk lagi, dan memohon untuk tidak dimasukan lagi sebagai pengurus Golkar dan saya sudah menyatakan dari awal akan mendukung pak Olly Dondokambey dan Steven O.E Kandouw untuk Gubernur dan Wakili Gubernur Sulut. Dan sudah dari awal, dukungan ini bukan lagi sebuah kejutan,” jelas Ketua tim pemenangan ODSK.

Untuk periode Musda lalu, Marhany Pua adalah wakil ketua.

“Setelah selesai pemilu, Golkar buat musda lagi, waktu itu saya diminta kembali untuk masuk struktur, tapi sudah saya tolak dan mengambil sikap independen. Pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur menyatakan sikap mendukung pak Olly dan Steven, nah, bagi Golkar, ini sebuah pelanggaran barang kali karena tidak mendukung ibu Tetty. Tapi saya, memang sudah tidak di Golkar sebenarnya,” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *