Tegas! BPD HIPMI Sulawesi Utara Sikapi Polemik Lokasi Munas XVIII HIPMI

Petasulut.com, DENPASAR BALI – Pelaksanaan Debat Kedua Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) yang seharusnya semarak dan menjadi bagian pesta demokrasi HIPMI, harus berhenti ditengah jalan karena bentuk protes sebagian besar BPD HIPMI Se Indonesia, serta 3 Calon Ketua Umum dari 4 Calon Ketua Umum BPP HIPMI terhadap Tuan Rumah Pelaksanaan Munas XVIII HIPMI karena lBPD HIPMI dari Indonesia bagian timur mengalami kesulitan keterjangkauan serta tidak netralnya calon tuan rumah yang ditunjuk.

Hizkia R. Sembel, Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Utara turut menyikapi kondisi dan polemik terhadap Tuan Rumah Munas XVIII HIPMI.

Menurut Hizkia, Musyawarah Nasional HIPMI itu seharusnya menjadi pesta demokrasi seluruh keluarga besar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia dari sabang sampai merauke. Munas harus di ikuti dengan riang dan gembira oleh seluruh keluarga besar HIPMI.

Hizkia R. Sembel, Ketua Umum BPD HIPMI Sulawesi Utara

Hizkia menjelaskan, dengan polemik dan situasi yang terjadi dalam Debat kedua Calon Ketua Umum HIPMI pada hari Sabtu tanggal 23 Mei di Provinsi Bali, maka untuk menjaga kondusifitas pesta demokrasi semua keluarga besar HIPMI sebaiknya tuan rumah dapat di pindahkan ke tempat atau provinsi yang dapat mengakomodasi kesulitan keterjangkauan teman-teman BPD yang ada di Indonesia Timur serta Netralitas dari tuan rumah pelaksanaan Munas ini.

“Kami BPD HIPMI Sulawesi Utara sangat berharap Munas XVIII ini tetap menjadi pesta demokrasi bagi seluruh keluarga besar HIPMI, menghadapi Munas dengan riang dan gembira. Munas hanya sampai bulan Juni tetapi Persahabatan dan Persaudaraan harus selamanya di HIPMI,” Tutup Hizkia.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *