Petasulut.com, Tomohon 11 Juli 2025 — Dosen Universitas Negeri Manado (UNIMA) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) berjudul “PKM Otomatisasi Perangkat Pembelajaran Berbasis AI untuk Meningkatkan Efisiensi dan Inovasi Guru SMA Negeri 2 Tomohon”.
Kegiatan PKM ini merupakan bagian dari program hibah DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2025, melalui skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat, yang mendukung pengembangan kapasitas dosen dan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan.
Kegiatan ini diketuai oleh Mellyatul Aini, M.Pd., dan dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 10–11 Juli 2025, bertempat di ruang komputer SMA Negeri 2 Tomohon.
Program ini bertujuan untuk membekali para guru dengan keterampilan praktis dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menyusun perangkat pembelajaran secara lebih efisien, inovatif, dan sesuai tuntutan zaman.
Dalam pelaksanaannya, tim dosen UNIMA memberikan pelatihan langsung terkait penggunaan berbagai aplikasi AI edukatif.

Hari pertama kegiatan difokuskan pada pengenalan konsep AI dan praktik pembuatan modul ajar menggunakan ChatGPT untuk merancang materi pembelajaran yang komunikatif dan responsif serta pembuatan modul ajar.
Selanjutnya, peserta diajak menggunakan Canva untuk membuat desain sampul modul ajar yang menarik dan profesional.
Pada akhir sesi di hari pertama, peserta juga telah mempelajari pemanfaatan platform Gamma sebagai alat bantu penyusunan bahan ajar visual yang interaktif.
Para guru terlihat sangat antusias dalam mencoba fitur-fitur yang baru mereka kenal, namun ternyata mudah digunakan.
Pada hari kedua, pelatihan dilanjutkan dengan eksplorasi Invideo AI untuk membuat video pembelajaran sebagai media alternatif yang lebih dinamis.

Kegiatan ditutup dengan praktik menggunakan Quizizz sebagai platform evaluasi berbasis game yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa.
Kepala SMA Negeri 2 Tomohon, Drs. Deny J. M. Pakasi, M.Kes., menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada tim pelaksana.
“Kegiatan ini sangat relevan dan bermanfaat. Terima kasih kepada tim UNIMA yang telah berbagi ilmu dan keterampilan baru. Kami harap kerja sama seperti ini dapat terus berlanjut demi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah kami,” ungkapnya.
Kegiatan ini juga mendapatkan respons positif dari para guru. Salah satu guru peserta, Elke M. Fransisca, S.Pd., M.Si., mengungkapkan bahwa pelatihan ini sangat membantunya dalam menghemat waktu penyusunan perangkat ajar dan meningkatkan kreativitas guru-guru.
“Saya sangat terbantu, apalagi selama ini perangkat ajar memakan banyak waktu. Sekarang kami punya banyak alternatif yang cepat dan tetap berkualitas,” katanya.
Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi diskusi dan pendampingan secara langsung. Para guru diberikan waktu untuk mencoba secara mandiri setiap aplikasi yang diperkenalkan, kemudian mendiskusikan hasil kerja mereka bersama fasilitator dari tim dosen UNIMA.
Pendekatan ini memungkinkan peserta memahami tidak hanya teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga strategi integrasinya ke dalam kurikulum dan konteks pembelajaran masing-masing.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Banyak guru yang sebelumnya belum pernah menggunakan teknologi berbasis AI merasa terbantu dengan pendekatan pelatihan yang praktis dan ramah pengguna.
Beberapa guru bahkan mengusulkan agar pelatihan serupa bisa dilanjutkan dengan sesi lanjutan yang lebih mendalam, agar mereka dapat mengeksplorasi lebih banyak fitur dan penerapan dalam pembelajaran lintas mata pelajaran.
Ketua tim pelaksana, Mellyatul Aini, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen UNIMA untuk terus menjembatani perkembangan teknologi dengan kebutuhan guru di lapangan.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong para guru untuk terus berinovasi dalam mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi. Ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bagaimana teknologi bisa memicu kreativitas dan meningkatkan pengalaman belajar siswa,” jelasnya.
Ketua Tim pelaksana juga mengungkapkan terima kasih kepada program hibah DPPM Kemdiktisaintek Tahun 2025, berkat adanya program tersebut kegiatan PKM ini dapat terlaksana dengan baik dan lancar sesuai harapan. Sehingga banyak pihak yang mendapatkan manfaat positif dari terlaksananya kegiatan pelatihan ini, khususnya bagi guru SMA Negeri 2 Tomohon yang mengalami peningkatan pemahaman dan kemampuan dalam memanfaatkan AI pada proses pembelajaran.
Dengan berakhirnya kegiatan selama dua hari ini, diharapkan para guru dapat menjadi agen perubahan dalam menerapkan pembelajaran berbasis AI di sekolah masing-masing.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan di era digital. UNIMA berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis sekolah dalam menghadapi transformasi digital pendidikan.
Inisiatif ini juga memperkuat sinergi antara akademisi dan praktisi dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, kreatif, dan berbasis teknologi.











1 komentar