Petasulut.com, SULUT – Para pejuang kesehatan yakni Nakes sampai saat ini adalah garda terdepan dalam memerangi pandemi Covid-19.
Kerja keras para tenaga kesehatan pun dianggap patut mendapat acungan jempol atas kinerja mereka selama ini.
Hal itu dibuktikan dengan arus dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan organisasi yang diungkapkan melalui karangan bunga untuk tenaga kesehatan yang saat ini sementara memerangi covid 19 di Rumah Sakit Prof RD Kandow Manado.
Ratusan karangan bunga terpampang di sekitar Gedung Irina F dan Gedung Palma tempat perawatan pasien covid 19 yang berisi dukungan dan motivasi agar para nakes tetap semangat berjuang di tengah peningkatan kasus covid 19 bahkan sorotan yang disuarakan masyarakat.

Mengenai hal itu, Direktur Utama (Dirut) RS Prof RD Kandou Manado DR.dr Jimmy Panelewen SpB-KBD mengaku kaget bahkan tidak menyangka begitu banyak masyarakat, tokoh – tokoh politik bahkan pejabat daerah yang memberikan dukungan serta mengapresiasi kerja keras para tenaga medis rumah sakit.
”Itu sebenarnya spontanitas baik dari stakeholder eksternal maupun juga organisasi – organisasi profesi karena mereka melihat dengan pencitraan serta pemberitaan terhadap tenaga kesehatan yang demikian sehingga mereka takutkan terjadi demotivasi, setidaknya dengan adanya dukungan ini mereka semangat menjalani tugasnya, ” ujar Dirut Panelewen, selasa (10/8) kepada awak media.
Tak hanya itu, Dirut RS Kandou pun berharap sorotan yang ada saat ini tidak menyebabkan demotivasi dari tenaga kesehatan karena akan menjadi persoalan besar. Pertama, bagaimana lagi pasien yang mau dirawat disini, yang kedua dengan adanya isu-isu seperti itu menyebabkan ketakutan masyarakat untuk mendapatkan pelayanan kesehatan sehingga mengakibatkan kondisi pasien menjadi buruk akibat tidak cepat dibawah ke rumah sakit.
” Apresiasi serta terima kasih saya sampaikan atas dukungan semua pihak bagi tenaga kesehatan RS Kandow, mereka juga menyampaikan kepada saya bahwa tenaga kesehatan tidak bekerja sendiri walaupun mereka tidak terlibat langsung menangani pasien covid di RS Kandow tetapi paling tidak banyak yang mendukung perjuangan para nakes disini,” tutupnya.
(ABL)










