Petasulut.com, MINUT – Stunting, atau yang sering disebut dengan gagal tumbuh, merupakan masalah serius yang terjadi pada masa perkembangan anak.
Stunting ditandai dengan pertumbuhan fisik yang terhambat, terutama tinggi badan anak yang lebih pendek dari rata-rata usia mereka.
Kabupaten Minahasa Utara menjadi salah satu daerah di Indonesia, telah mengalami penurunan prevalensi stunting yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Dimana, Prevalensi stunting di minut turun drastis. Pada Tahun 2022 capai 20,5 % dan di Tahun 2023 hanya di angka 10,9 %.
Turunnya angka stunting Stunting di Minahasa Utara menjadi tanda bahwa tidak ada krisis gizi buruk di tanah tonsea.
Bupati Minut Joune Ganda mengatakan bahwa Target pemerintah pusat 2024 adalah 14% dan Minut tahun 2023 sudah di bawa target 2024.
“Hal baik ini tentu akan menjadi fokus Pemerintah Minut terkait penurunan angka Stunting,” Ucap Bupati, Kamis (25/04/2024).
Peran Pemerintah Minahasa Utara dibawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda dan Wabup Kevin Lotulong pun dinilai Sangat Baik.
Peningkatan Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah berperan aktif dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan, juga telah membangun dan memperbaiki fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan rumah sakit. Selain itu, peningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan melibatkan tenaga medis yang berkualitas.
Program Gizi Anak yang Efektif
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara juga telah meluncurkan program-program gizi anak yang efektif untuk mencegah stunting, seperti memberikan suplemen makanan tambahan kepada anak-anak yang rentan mengalami stunting. Selain itu juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi yang seimbang bagi pertumbuhan anak.
Gizi Buruk pada Anak Sangat Minim
1. Peningkatan Ketersediaan Pangan Bergizi
Peningkatan ketersediaan pangan bergizi merupakan salah satu faktor penting dalam menurunkan prevalensi stunting. Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara telah melaksanakan berbagai program untuk meningkatkan produksi pangan bergizi, seperti pengembangan pertanian berkelanjutan.
2. Edukasi Gizi kepada Masyarakat
Selain meningkatkan ketersediaan pangan bergizi, pemerintah juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya gizi yang memadai bagi pertumbuhan anak. Seperti mengadakan pelatihan dan sosialisasi mengenai pola makan yang sehat dan memberikan informasi mengenai makanan-makanan bergizi yang dapat dikonsumsi sehari-hari.
Bisa disimpulkan bahwa Prevalensi stunting di Kabupaten Minahasa Utara telah mengalami penurunan drastis dalam beberapa tahun terakhir.
Peran masyarakat yang sangat baik dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan pola makan yang sehat, serta peran pemerintah yang aktif dalam meningkatkan akses dan kualitas layanan kesehatan serta melaksanakan program-program gizi anak yang efektif menjadi faktor utama dalam penurunan stunting ini.
Selain itu, keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa gizi buruk pada anak di Kabupaten Minahasa Utara sangat minim.
Masyarakat dan pemerintah perlu terus bekerja sama untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian ini guna menciptakan generasi yang sehat dan berkembang dengan optimal.
(ABL)










