Petasulut.com, MINAHASA UTARA – Bupati Minahasa Utara Joune Ganda kembali menunjukkan komitmennya dalam pelayanan gereja di tengah kesibukannya memimpin pemerintahan daerah. Selain dikenal sebagai kepala daerah yang aktif membangun Tanah Tonsea, Joune Ganda juga terus mengambil peran dalam pelayanan gerejawi sebagai bagian dari panggilan iman.
Bupati Minut dua periode yang juga menjabat sebagai Penatua Remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) itu dipercaya menjadi khadim dalam Ibadah Minggu Sengsara III yang dilaksanakan di GMIM Immanuel Kaima, Minggu (8/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Joune Ganda membawakan pelayanan firman dengan mengambil perenungan dari Kitab Perjanjian Lama, Yesaya 44:21–28, yang mengangkat tema “Kembalilah kepada-Ku Sebab Aku Telah Menebus Engkau.”
Di hadapan jemaat, Joune Ganda mengajak seluruh umat untuk merenungkan kembali kasih dan penyertaan Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan bahwa firman Tuhan mengingatkan setiap orang percaya untuk kembali kepada Tuhan dengan kesadaran penuh, karena Tuhan sendiri telah menebus umat-Nya.
“Ibadah Minggu Sengsara menjadi momentum penting bagi kita semua untuk merenungkan pengorbanan Tuhan. Melalui perenungan ini kita diajak memperbaharui iman serta komitmen dalam menjalani kehidupan sebagai orang percaya,” ungkap Joune Ganda dalam renungannya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga hubungan yang erat dengan Tuhan serta memperkuat iman dalam setiap aspek kehidupan, baik dalam keluarga, pelayanan gereja, maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Ibadah Minggu Sengsara III tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh sukacita. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ) GMIM Immanuel Kaima, para Pelayan Khusus (Pelsus), jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, serta keluarga besar Ganda–Davega.
Selain itu, seluruh jemaat yang hadir juga mengikuti rangkaian ibadah dengan penuh penghayatan, mulai dari liturgi hingga penyampaian firman Tuhan.
Melalui kesempatan pelayanan ini, Joune Ganda juga mengajak jemaat untuk terus memperkuat kebersamaan dalam pelayanan serta menjadi berkat bagi sesama di tengah kehidupan sosial masyarakat.
Menurutnya, iman yang kuat harus tercermin melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam membangun kepedulian, persaudaraan, serta semangat melayani.
Komitmen Joune Ganda dalam pelayanan gereja menjadi salah satu bentuk keseimbangan antara tanggung jawab sebagai pemimpin daerah dan panggilan iman dalam kehidupan rohani.










