Dikeluarkan! Penghuni Rusunawa Manado Mengaku Tak Punya Tempat Tinggal, BW: Dimana Sikap Kemanusiaan Kita? Pemerintah Harus Carikan Solusi

Petasulut.com, SULUT – Kesedihan para warga penghuni Rusunawa Manado pecah saat keluar dari tempat hunian mereka, jumat (01/04).

Hal itu berbuntut pada surat yang dilayangkan Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perkim untuk warga penghuni Rusunawa. Alasan Pemerintah yakni akan melakukan pemeliharaan Rusunawa, maka dari itu Rumah Susun tersebut harus dikosongkan.

Para penghuni pun mendukung rencana pemeliharaan dari Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Perkim namun yang warga sesalkan adalah Pemkot tidak memberikan solusi berupa rumah tinggal sementara untuk mereka.

“Pak presiden Jokowi tolong lihat kami. Kami diusir dari tempat hunian kami sekarang. Pemerintah daerah tidak mau tahu kami harus tidur di mana sekarang,” ujar sejumlah penghuni rusunawa.

“Kami mendukung sepenuhnya upaya renovasi ini. Tapi, rusunawa ini adalah satu-satunya hunian kami, sehingga kalau kami dikeluarkan dari sini, tentu kami tidak punya tempat tinggal lagi. Itulah kenapa kami minta solusi,” Tambah para warga.

Menanggapi persoalan ini, Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Braien Waworuntu pun angkat bicara.

Politisi partai NasDem Sulut itu menuturkan kalau memang Rusunawa itu akan direnovasi, harusnya Pemerintah (Dinas Perkim Manado) carikan solusi untuk warga penghuni rusunawa.

“Jangan asal dikeluarkan tanpa ada solusi. Saya lihat ada beberapa warga setelah keluar dari Rusun tidak mempunyai tempat tinggal. Itu yang harus diperhatikan Pemerintah,” Tegas BW, sabtu (02/04) saat diwawancarai awak media.

Terlepas dari rencana renovasi Rusunawa, lanjut Braien Waworuntu bahwa kita harus mengedepankan sikap kemanusiaan antar sesama manusia, kepedulian pemerintah sangat diperlukan pada persoalan ini.

“Kalau memang menurut Kadis Perkim Manado bahwa Penghuni rusun harus mengikuti aturan yang dikeluarkan Pemkot Manado, salah satunya adalah Warga yang tinggal harus ada kontrak jelas dan harus diperbaharui tiap tahun dengan maksimal 3x itu, kenapa tidak dari dulu terapkan hal itu? Kenapa harus tiba-tiba seperti ini?” Kata Braien.

“Dimasa Pandemi Covid-19 yang masih ada sampai sekarang tentunya memperberat situasi para penghuni rusun yang dikeluarkan. Dimana kepedulian kita? dimana hati nurani kita? Coba bayangkan ketika kita berada di posisi mereka. Itu sangat berat!” Tambah braien.

Untuk itu dirinya meminta kepada Pemerintah agar segera carikan solusi yang terbaik untuk para penghuni rusun yang dikeluarkan.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *