Interupsi Paripurna, Anggota DPRD Sulut Normans Luntungan Usul Penambahan Armada Rute Talaud-Manado

Petasulut.com, SULAWESI UTARA – Anggota DPRD Sulut Dapil Nusa Utara Norman Luntungan memberikan apresiasi terhadap sikap tulus nelayan pesisir di Pulau Gangga dan sekitarnya dalam membantu para korban Kapal Barcelona V A yang mengalami kebakaran di Perairan Talise, Minahasa Utara.

Hal itu dikatakan Normans saat melakukan interupsi Paripurna DPRD Sulut, Selasa (22/07/2025).

“Terima kasih untuk para nelayan sekitar yang rela membantu bahkan tim Basarnas dan Bakamla serta semua pihak yang sudah menjadi bagian penting dalam mengevakuasi para korban,” Kata Politisi Partai Perindo itu.

Menyikapi hal itu juga, Dihadapan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, Normans menyoroti armada laut yang sangat minim untuk melayani pelayaran Manado Talaud begitu pun sebaliknya.

“Pak Gubernur kiranya dapat meninjau kembali lalu lintas pelayaran ke Manado. Saat ini, jadwal kapal hanya melayani Senin, Rabu dan Jumat ke Talaud sedangkan Selasa, Kamis Sabtu ke Manado,” urai Personil Komisi II DPRD Sulut.

Kata Normans, jumlah pelayaran ini sangat minim dan dibutuhkan armada tambahan untuk melayani masyarakat dari Talaud ke Manado dan begitu pun sebaliknya.

Legislator Perindo ini menjelaskan, jumlah penduduk di Kepulauan Talaud berkisar 60.000 – 80.000 jiwa sedangkan kapasitas satu kapal hanya berkisar 400-an penumpang.

Jadi, menurut Normans perlu adanya penambahan armada kapal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Talaud, dengan jumlah penduduk yang cukup banyak.

“Kiranya dengan bantuan Bapak Gubernur agar dapat dipermudah untuk pengurusan izin pelayaran. Ada beberapa pengusaha yang mengurus izin, namun dipersulit. Maka, kami meminta untuk kembali meninjau kembali dan mengevaluasi mengenai perizinan yang ada,” tegasnya.

Normans pun berharap, apabila armada laut ditambah ketersediaan kapal akan banyak sehingga tidak lagi over kapasitas di atas kapal.

“Pengalaman pribadi, ketika saya mencari kamar dan tidak mendapati katena penuh. Apa boleh buat, mau tidak mau saya harus tidur di atas kasur dan beralas di lantai, karena kapal dalam keadaan penuh dan over kapasitas,” ujarnya.

Lanjut Normans, hal yang perlu ditinjau kembali juga mengenai keamanan. Karena saat kapal berlayar, banyak orang yang merokok bahkan meminum minuman keras dengan bebas.

“Nah, keadaan ini dapat memicu terjadinya kebakaran. Dan jangan sampai terjadi lagi kejadian yang sama,” Tuturnya.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *