Petasulut.com, SULUT – Sekolah Khusus Autis Permata Hati Manado yang merupakan salah satu SLB Penggerak di Provinsi Sulawesi Utara menggelar kegiatan Pameran ‘PROJECT PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA’ jumat (08/04) di atrium Mantos 3.
Hal itu dilakukan SLB Permata Hati Manado dalam rangka Hari Autis Sedunia.
Hadir dalam Pameran tersebut yakni Gubernur Sulut Olly Dondokambey yang diwakili Kepala Dinas Sosial, Rinny Tamuntuan, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Grace Punuh, Bunda Literasi Kota Manado, Irene Pinontoan dan seluruh tamu undangan.
Pada acara tersebut, SLB Permata Hati memamerkan hasil karya siswa-siswi mereka berupa bunga hias, lampu hias, kue dan lainnya.
Kepada wartawan, Kadinsos Sulut, Rinny Tamuntuan mengatakan bahwa SLB Permata hari adalah salah satu SLB Penggerak, tentunya bila ada bantuan-bantuan dari kementerian akan langsung masuk ke SLB ini.
“Tentunya peran serta dan sikap pro aktif dari kepsek SLB Permata Hati, Ibu Carol Samola bersama guru-guru dan tenaga-tenaga pelatihnya membuat sekolah ini menjadi sekolah penggerak, karena tidak mudah menjadi sekolah penggerak, penilaian ketat harus dilakukan,” Ungkap Tamuntuan.
Dirinya juga menghimbau kepada para orang tua untuk jangan menganggap enteng. Jangan malu untuk sekolahkan para anak-anak Autis, karena mereka juga butuh pendidikan.
“Buktinya tadi, hasil karya para siswa-siswi dihadirkan. Tentunya melalui kegiatan ini, saya mengapresiasi SLB Permata Hati yang telah menggelar kegiatan ini. Khususnya untuk Kepsek dan para Gurunya,” Ungkap Kadinsos.
Ditempat yang sama, Kadikda Grace Punuh mengaku kagum dengan hasil karya seni melalui pameran yang dihadirkan para siswa-siswi SLB permata hati.
“Ini suatu hal yang membanggakan, dimana anak berkebutuhan khusus saat ini di SLB permata hati mampu menghasilkan karya terbaik. Tentunya dukungan dari orang tua dan guru yang utama. Saya bangga,” Tutur Punuh seraya memberi apresiasi kepada SLB Permata Hati Manado.
Dilain sisi, Bunda Literasi Kota Manado, Irene Pinontoan juga mengaku salut akan hasil karya seni anak-anak berkebutuhan khusus di SLB Permata Hati.
“Saya pribadi mengapresiasi kegiatan pameran ini. Pastinya kedepan saya akan terus mendukung sikap dan langkah yang akan dilakukan SLB-SLB di kota manado, terlebih khusus SLB Permata Hati,” Ucapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepsek Permata Hati, Carol Samola mengatakan bahwa bukan cuma anak-anak pada umumnya yang bisa menciptakan karya seni tapi anak-anak berkebutuhan khusus juga bisa dan mampu menciptakan karya seni yang luar biasa.
“Saat ini juga, siswa siswi kami di SLB Permats hati tengah mengadakan kegiatan kewirausahaan dan dari hasil itu ada yang sudah dipasarkan, contohnya di Indomaret dan di warung-warung. Puji Tuhan, ada beberapa orang yang mengapresiasi hasil-hasil karya ini,” Ungkap Samola.
Dirinya juga mengaku bangga dan berterima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan ini.
“Pihak Mantos yang sudah memberikan kesempatan kepada kami SLB Permata Hati melakukan pameran. Kenapa kami melakukan kegiatan di Mantos? Agar masyarakat luas bisa melihat dan mengetahui bahwa anak-anak berkebutuhan khusus juga mempunyai hak dan kesempatan yang sama seperti anak-anak pada umumnya. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung kegiatan pameran ini,” Pungkasnya.
(ABL)










