Petasulut.com, MINAHASA – Tahapan Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) di Kabupaten Minahasa mulai bergulir dan mendapat perhatian dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara.
Anggota DPRD Sulut daerah pemilihan Minahasa-Tomohon, Pierre Makisanti, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pesta pora berlebihan selama proses Pilhut berlangsung, guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
Menurutnya, setiap pesta demokrasi memang identik dengan suasana meriah. Namun, jika tidak dikendalikan, euforia berlebihan justru berpotensi memicu gesekan di tengah masyarakat.
“Pilhut di Minahasa memang selalu ramai. Apalagi ini di desa yang notabene masyarakatnya saling mengenal, bahkan masih memiliki hubungan kekeluargaan. Tapi perlu ada pengaturan agar tidak terjadi pesta berlebihan yang bisa memicu konflik,” ujar Pierre Makisanti, Senin (20/4/2026).
Ia menyoroti fenomena masyarakat yang berpindah dari satu kandidat ke kandidat lain dalam suasana pesta, yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman antar pendukung.
Lebih lanjut, politisi dari PDI Perjuangan ini menegaskan bahwa masyarakat desa sejatinya memiliki ikatan kekeluargaan yang kuat, sehingga tidak seharusnya terjadi perpecahan hanya karena perbedaan pilihan dalam Pilhut.
“Ini semua bersaudara. Dalam satu kampung, kalau ditelusuri pasti masih ada hubungan keluarga. Jadi tidak perlu ada gesekan,” tambahnya.
Ia pun secara tegas mengingatkan agar para kandidat maupun pendukung tidak menggelar pesta berlebihan, terutama yang melibatkan minuman keras dan hiburan yang berpotensi mengganggu ketertiban.
“Jangan ada pesta miras, musik keras atau disko yang berlebihan. Biarkan masyarakat memilih dengan tenang dan bebas sesuai hati nurani,” tegasnya.
(ABL)










