Petasulut.com, TARERAN – Siapa bilang belajar kimia itu rumit, berbau menyengat, atau cuma bisa dilakukan di laboratorium mahal? Tim Pengabdian kepada Masyarakat dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Manado (Unima) baru saja membuktikan sebaliknya!
Dipimpin oleh dosen muda berdedikasi, Stefan Marco Rumengan, M.Si., bersama Chaleb Paul Maanari, M.Si., serta tim mahasiswa yang berprestasi, Jurusan Kimia Unima menggelar pelatihan bertema “Praktikum Kimia Efektif, Hemat, dan Aman melalui Small Scale Laboratory” di SMA Negeri 2 Tareran.

Menariknya, kegiatan ini bukan sekadar pengabdian biasa, melainkan bagian dari program kerja sama internasional bernilai tinggi melalui LUPIC (Leading University Project for International Cooperation) – Sogang University, Korea Selatan. Sebuah bukti nyata bahwa Jurusan Kimia Unima punya jejaring global yang kuat!
Inovasi Praktikum yang Adaptif dan Seru
Banyak sekolah sering kali terkendala fasilitas laboratorium yang terbatas. Nah, Jurusan Kimia Unima hadir membawa solusi lewat metode Small Scale Laboratory (SSL). Teknik ini membuktikan bahwa eksperimen kimia bisa dilakukan menggunakan alat mikro dan bahan ramah lingkungan (food grade) yang ada di dapur sehari-hari, seperti asam sitrat, cuka, dan soda kue.
Siswa diajak mempraktikkan eksperimen “Balon Kimia” untuk mempelajari materi laju reaksi. Hanya dengan mereaksi kan bahan dapur tersebut, gas CO₂ yang dihasilkan mampu membakar semangat siswa saat melihat balon mengembang otomatis! Melalui metode ini, siswa tidak sekadar menghafal rumus, tetapi juga mengamati, memprediksi, menguji, dan berpikir kritis (deep learning).
“Kami ingin menunjukkan bahwa keterbatasan fasilitas bukan penghalang untuk bereksperimen. Praktikum kimia bisa hadir di mana saja, kapan saja, dengan cara yang aman dan menyenangkan,” ungkap Stefan Marco Rumengan, M.Si.
Apresiasi tinggi pun datang dari Kepala SMAN 2 Tareran, Nancy Vonny Berhandus, S.Th., M.M., serta guru kimia setempat, Novel Nery Pojoh, S.Pd., Gr. Mereka menilai metode inovatif ala Unima ini merupakan jawaban nyata atas tantangan pembelajaran sains di sekolah saat ini.

Kuliah di Kimia Unima: Cetak Inovator Muda Berkelas Dunia
Keseruan kegiatan ini tak lepas dari keterlibatan aktif para mahasiswanya. Salah satu sosok inspiratif yang terlibat adalah Maria Parhusip, mahasiswa yang menjabat sebagai Sekjen Himpunan Mahasiswa Kimia Unima sekaligus Finalis PIMNAS (Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional) dalam Skema PKM Karya Inovatif. Bersama rekannya, Fitriyanti Ganggai, mereka membuktikan bahwa mahasiswa Kimia Unima dibentuk untuk menjadi inovator yang berprestasi nasional dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Tertarik belajar sains yang aplikatif, berstandar internasional, dan penuh dengan peluang prestasi hingga tingkat nasional? Jurusan Kimia Unima adalah tempat yang tepat untukmu!

Di Jurusan Kimia Unima, kamu tidak hanya belajar teori di dalam kelas, tetapi juga diajak untuk:
– Mengembangkan inovasi sains yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
– Terlibat dalam kolaborasi riset internasional (seperti program LUPIC bersama Sogang University, Korea Selatan).
– Mengasah bakat penelitian dan kompetisi hingga lolos ke ajang gengsi tingkat nasional seperti PIMNAS.
– Belajar langsung dari dosen-dosen muda berbakat yang siap mentormu menjadi lulusan yang adaptif dan siap kerja.
Saatnya Ubah Masa Depanmu Bersama Kimia Unima!
Jangan biarkan rasa penasaranmu pada sains berhenti di sini. Mari bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Jurusan Kimia Unima dan ciptakan karya-karya hebatmu sendiri!
~Jurusan Kimia Unima: Innovative, Global, and Impactful!~










