Viral Soal Tarif Masuk Pelabuhan Manado, Ini Penjelasan Pihak Pelindo IV

Petasulut.com, SULUT – Keluhan seorang pengguna jalan yang hendak masuk ke kawasan pelabuhan manado sempat viral di media sosial (Medsos).

Dimana dalam postingan tersebut, dikeluhkan soal tarif masuk pelabuhan manado yang dianggap terlalu tinggi.

Mengenai hal itu, General Manager PT. Pelindo IV cabang Manado, Rudi Hartono langsung merespon hal itu.

Ia mengatakan, kenaikan tarif sudah melalui peraturan direksi (PD) nomor 5 tahun 2020 tak lain untuk meningkatkan pelayanan khususnya bagi penumpang yang akan berangkat maupun tiba di pelabuhan Manado.

“Hal ini sudah tertuang dari peraturan direksi sebelumya. Sebelum ada saya OPD itu sudah ada. Jadi, general manager sebelumnya yang menyusun dan saya yang melaksanakannya,” kata rudi yang juga putra asli Sulawesi Utara (Sulut) ini, Senin (2/8) di ruang kerjanya.

Dirinya menambahkan, kebijakan untuk menaikan tarif adalah untuk menutupi kerugian.

“Setiap tahunnya kita (pelabuhan Manado, red) merugi. Kemarin itu di tahun 2020 kita merugi 1,6 miliar rupiah. Nanti kalau minta rinciannya saya akan perlihatkan datanya. Karena kita membiayai berapa karyawan dan fasilitas yang dibangun juga biaya penyusutannya,” ujarnya.

GM Pelindo IV Cabang Manado, Rudi Hartono

Ia pun membeberkan, untuk tarif lama yang diberlakukan sudah 12 tahun yang lalu sebelum terminal penumpang dibangun.

“Sebelum terminal penumpang belum dibangun tarifnya tidak dinaikkan. Jadi orang kalau mau naik kapal hanya berteduh di atap kecil itu. Atau langsung naik ke kapal. Pihak kami sudah menambah fasilitas itu dan merombak gudang itu untuk dijadikan terminal penumpang. Biaya itu sekitar 5 miliar rupiah,” bebernya.

Ditambahkannya, pihak PT. Pelindo IV juga telah membuat kanopi di pelabuhan.

“Kami juga membuat kanopi di pelabuhan. Itu uang semua dari mana, itu berasal retribusi masyarakat sendiri. Tapi berharap dari masyarakat mengetahuinya. Untuk menghidupi pelabuhan manado dengan retribusi seperti itu kalau pihak swasta sudah lama lari karena tidak sesuai pendapatannya,” jelasnya.

Menurutnya, pihak PT. Pelindo IV tidak mencari laba dari kenaikan tarif karena kinerja dituntut dari Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) dalam hal ini pemerintah yang ada di dalam pelabuhan. Dari masyarakat yang menuntut PT Pelindo IV untuk merubah fasilitas yang ada.

“Yang saya takutkan itu apa yang diinginkan untuk peningkatan pelayanan sesuai permintaan masyarakat, pemerintah pasti direksi akan mempertimbangkan karena mereka akan melihat pendapat pelabuhan manado. Kami sementara memasang AC di terminal penumpang dan ini untuk kenyamanan masyarakat. Apa yang kami dapatkan itu kita berikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Ditambahkannya, BUMN dituntut oleh pemerintah supaya memaksimalkan pendapatan yang ada.

“Ada beberapa BUMN yang disubsidi seperti Pelni sehingga tarifnya dibawah kapal-kapal biasa. Tapi PT Pelindo tidak ada disubsidi. Kami seperti angkasa pura. Mereka (masyarakat, red) selalu berpikir mengapa angkasa pura kalau masuk hanya dikenakan 6 ribu rupiah sedangkan di pelabuhan manado mahal sekali. Padahal masyarakat tidak tau kalau di bandara itu tarik pas penumpang sudah ada di tiket yang dikenal dengan airport tax,” katanya.

Menurutnya, sebelumnya kerjasama tarik pas penumpang sudah ada kerjasama akan tetapi karena ada kenaikan agen pelayaran tidak lagi meneruskan kerjasama itu.

“Kemarin sudah ada kerjasama di situ karena ada kenaikan agen pelayaran tidak lagi melakukan kerjasama, kalau begitu PT. Pelindo jual sendiri. Saya juga bermohon untuk membantu tetapi tidak dihiraukan,” tuturnya.

Lebih lanjut, untuk kenaikan pas masuk itu sudah juga disampaikan kepada KSOP.

“Kami sudah berkoordinasi dan hal ini pun sudah disetujui. Soal kebijakan untuk taksi-taksi online sudah diberikan kebebasan untuk masuk tanpa dipungut biaya asalkan tidak diparkir di lokasi karena menimbulkan kemacetan. Taksi online juga sudah dipasangkan stiker,” lanjutannya.

Selain itu, pihak PT Pelindo juga mengeluarkan kebijakan untuk siswa dan mahasiswa untuk tidak dipungut biaya masuk.

“Kalau mereka masuk untuk mengambil barang tidak dipungut biaya asalkan mereka menunjukkan kartu identitas seperti kartu pelajar dan kartu mahasiswa. Yang viral itu pasti saya rasa ada yang memanaskannya. Kami juga sedang mengerjakan pemasangan kanopi karena itu merupakan salah satu syarat dari KSOP,” tandasnya.

(ABL)

Video selengkapnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *