Petasulut.com, SULAWESI UTARA – Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara dari Fraksi Partai Demokrat, Angel Wenas, melaksanakan kegiatan reses di Desa Togid, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Rabu (01/04/2026).
Kegiatan ini menjadi ruang dialog terbuka antara wakil rakyat dan masyarakat, di mana berbagai aspirasi disampaikan secara langsung dalam suasana sederhana namun penuh kehangatan. Warga memanfaatkan momen tersebut untuk mengutarakan kebutuhan riil yang mereka hadapi sehari-hari.
Ketahanan Pangan Jadi Isu Utama
Salah satu isu yang paling banyak disoroti dalam pertemuan tersebut adalah ketahanan pangan. Bagi masyarakat Desa Togid, sektor pertanian merupakan tulang punggung ekonomi, sehingga keberlanjutan produksi menjadi perhatian utama.
Warga mengungkapkan bahwa kondisi irigasi persawahan yang belum optimal masih menjadi kendala serius. Keterbatasan sistem pengairan dinilai berdampak langsung terhadap hasil panen, yang pada akhirnya mempengaruhi pendapatan petani.
Selain itu, masyarakat juga mengharapkan adanya bantuan pertanian berupa sarana dan prasarana untuk menunjang produktivitas, sehingga aktivitas bertani dapat berjalan lebih maksimal dan berkelanjutan.
Dampak Banjir Bandang Masih Dirasakan
Tak hanya sektor pertanian, warga juga menyoroti dampak banjir bandang yang pernah terjadi di wilayah tersebut. Hingga kini, sejumlah titik masih membutuhkan perhatian, baik dalam hal pemulihan maupun langkah mitigasi ke depan.
Masyarakat berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret untuk mencegah kejadian serupa terulang, termasuk perbaikan infrastruktur penunjang dan penguatan sistem pengendalian bencana.
Komitmen Kawal Aspirasi ke Tingkat Provinsi
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Angel Wenas menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan dicatat dan diperjuangkan melalui mekanisme di DPRD Provinsi.
Ia menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian penting dari tanggung jawab sebagai wakil rakyat untuk memastikan suara masyarakat benar-benar tersampaikan dalam proses perencanaan pembangunan.
“Semua aspirasi yang disampaikan masyarakat akan saya bawa dan kawal sesuai dengan kewenangan yang ada. Ini adalah komitmen saya agar kebutuhan masyarakat Desa Togid tidak berhenti di sini,” ujar ARW (Sapaan Akrabnya).
Menurut Legislator Dapil BMR itu, meskipun tidak semua persoalan dapat diselesaikan secara instan, upaya untuk memperjuangkan setiap aspirasi akan terus dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan.
Reses Jadi Jembatan Aspirasi Rakyat
Kegiatan reses ini sekaligus menegaskan pentingnya peran wakil rakyat sebagai jembatan antara masyarakat dan pemerintah. Melalui dialog langsung, berbagai persoalan mendasar yang dihadapi warga dapat diidentifikasi secara lebih jelas dan terarah.
Bagi Personil Komisi II DPRD Sulut itu, menjaga agar setiap suara masyarakat tetap hidup dan memiliki arah perjuangan merupakan esensi utama dari pelaksanaan reses.
Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan, diharapkan pembangunan di daerah dapat semakin tepat sasaran dan menyentuh kebutuhan nyata masyarakat di tingkat akar rumput.
(ABL)












