Anggota Bawaslu Sulut Zulkifli Densi Ajak Mahasiswa Jadi Pemilih Cerdas, Hindari Berita Bohong

Petasulut.com, BAWASLU – Anggota Bawaslu Sulut Zulkifli Densi jadi Narasumber Pada Kegiatan Seminar Nasional Sosiologi Agama (SOCIUS) 2024.

Seminar tersebut mengambil Tema “GLOBALISASI & Virtual Community: Arena Baru Dialog antar remaja, yang di laksanakan oleh Program Studi (Prodi) Sosiologi Agama Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado dan Mafindo Manado, Rabu (10/9/2024).

Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado, perwakilan dosen dan unsur civitas akademika kampus.

Pada kesempatan itu, Zulkifli mengajak para mahasiswa untuk menjadi pemilih yang cerdas dan mampu bentengi diri dari berita bohong.

“Pemilih yang cerdas itu setidaknya kita memilih secara sadar. Termasuk kita harus pastikan kita sudah terdaftar sebagai pemilih. Cek apabila sudah terdaftar, apabila belum, maka dilaporkan ke KPU maupun Bawaslu,” Ujar Densi.

Kemudian, sebagai pemilh yang cerdas lanjut Zulkifli, mahasiswa perlu mengetahui rekam jejak dari para kandidat kepala daerah di daerah masing-masing.

Bahkan dia menyarankan agar Mahasiswa turut terlibat dalam kampanye selama bukan ASN, atau pihak pihak yang dilarangan menurut undang undang.

“Untuk apa? Untuk mendengar visi misi para kandidat. Sehingga mahasiswa nantinya akan memilih sesuai dengan pertimbangannya, bukan karena paksaan,” Tuturnya.

Pada diskusi yang mengangkat persoalan ujaran kebencian (hatespeech) tersebut, Zulkifli menjelaskan cara bentengi diri dari berita bohong, hoax dan ujaran kebencian.

Bagaimana kita membentengi diri dari berita bohong ? pertama menurut Zulkifli, pahami dulu judulnya, ketika lihat berita baca dulu judulnya baik-baik.

”Biasanya, berita yang mengandung ujaran kebencian, atau hoax, judul beritanya dibuat wah, untuk membuat orang penasaran padahal belum tentu isinya benar,” Ucapnya.

“Kemudian lihat sumbernya, apakah sumbernya valid atau tidak. Kemudian kita nilai gambar dan fotonya. Jangan sampai kita termakan informasi yang belum valid,” sambung Zulkifli.

Selanjutnya, Ia mengatakan tidak cepat-cepat menyebarkan informasi tersebut sebelum mengetahui kebenarannya, pastikan dulu apakah informasi ini benar atau tidak.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *