oleh

Anggota DPRD Sulut Turun ke Masyarakat Sosialisasikan Wawasan Kebangsaan

Petasulut.com, SULUT – Anggota dan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulut turun ke masyarakat melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan.

Tujuan SosBang ini adalah menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan lewat 4 pilar yakni Pancasila, NKRI, Binneka Tunggal Ika dan UUD 1945.

Ketua DPRD Sulut, Fransiscus Andi Silangen bertemu masyarakat Desa Bitunuris, Kecamatan Salibabu, Kepulauan Talaud guna menanamkan nilai-nilai tersebut.

Ketua DPRD Sulut gelar sosbang di talaud

Ia mengatakan, Pancasila adalah dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Ini dibuat para pendiri negara untuk mencapai tujuan bersama.

“Yaitu tujuan yang kita ciptakan bersama,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Wakil ketua DPRD Sulut, James Artur Kojongian (JAK) melakukan sosialisasi wawasan kebangsaan di Desa Poopoh dan Desa Ranowangko.

Wakil ketua DPRD Sulut, James Arthur Kojongian laksanakan SosBang di Desa Ranowangko

Koordinator Komisi III DPRD Sulut mengungkapkan, bangsa Indonesia memiliki Undang-Undang Dasar 1945. Yang menjadi dasar untuk masyarakat agar tertib hukum.

“NKRI yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke kita satu dan memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yaitu walaupun kita berbeda-beda tapi tetap satu,” jelas JAK.

SosBang JAK di Desa Poopoh

Di hadapan puluhan peserta generasi muda yang hadir di Hotel Sutan Raja Minahasa Utara, Anggota DPRD Sulut, Melky Jakhin Pangemanan menyampaikan pentingnya menjaga persatuan dan menghargai perbedaan bagi setiap warga negara Indonesia ditengah kemajemukan yang terjadi.

MJP mengatakan tugas pokok dan fungsi DPRD Sulut adalah legislasi. Sejumlah produk hukum daerah dilahirkan, yang fokus dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

SosBang Anggota DPRD Sulut, MJP di Hotel Sutan Raja Minut

“Menghargai perbedaan yang ada, dengan cara DPRD mendukung kerja pemerintah yakni mengeluarkan produk peraturan daerah seperti perlindungan dan pemberdayaan penyandang disabilitas serta bantuan hukum bagi orang miskin,” Ucap MJP.

“Ini merupakan implementasi wawasan kebangsaan kita dalam menjaga keutuhan NKRI termasuk menjaga kebersamaan di Sulawesi Utara,” Kata MJP.

Antusiasme para generasi muda hadir di SosBang MJP

Wakil Ketua Bapemperda DPRD Sulut mengatakan, dari berbagai survey dan kajian, Sulawesi Utara adalah barometer kerukunan dan toleransi yang paling baik di Indonesia. Oleh karena itu banyak hal yang harus di lakukan dalam menunjang program pemerintah dan menghasilkan suatu dampak yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Karena daerah kita aman, masyarakatnya moderat hingga pembangunan bisa terus digenjot. Untuk itu kita wajib mempertahankan identitas Sulawesi Utara sebagai daerah paling toleran,” Jelas MJP.

SosBang Heri Rotinsulu di Paniki Atas dengan memanggil 5 peserta untuk menyebutkan 5 sila

Desa Wusa dan Paniki Atas, Minahasa Utara (Minut) jadi pilihan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Herry Rotinsulu turun untuk mensosialisasikan Wawasan Kebangsaan.

Hero mengatakan dasar negara Indonesia tak bisa di utak-atik lagi. Makanya kalau ada orang tertentu yang akan mengubah dasar negara harus dilawan.

SosBang HeRo di Desa Wusa antusias warga juga terpancar saat melafalkan 5 sila

Hero tuturkan Pancasila tidak hanya di hafal tapi diimplementasikan dalam kehidupan.

“Untuk itu mari kita mengajarkan falsafah Pancasila ke anak cucu kita,” Ucapnya.

(ADVETORIAL)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *