Petasulut.com, SULUT – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Utara (Sulut), Herry Rotinsulu turun ke masyarakat Desa Wusa dan Paniki Atas, Minahasa Utara (Minut) dalam rangka mensosialisasikan Wawasan Kebangsaan, Kamis (30/6).
Pada pergelaran SosBang tersebut, HeRo (sapaan akrabnya) menanamkan nilai-nilai pancasila kepada warga dengan cara yang unik. Dimana dirinya menantang para peserta sosialisasi dalam sebuah permainan. ‘Games’ itu yakni menyebutkan secara benar Pancasila.
Antusias peserta saat dimintakan menyampaikan 5 sila tersebut terpancar. Apalagi mendengar ada hadiah khusus yang disiapkan anggota dewan daerah pemilihan Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung ini, saat mereka mampu menyebutkan dengan benar kelima sila itu. Mereka pun berbondong-bondong maju ke depan untuk menyebutkannya dengan benar.
“Karena Pancasila itu cuma lima sila, jadi kita batasi 5 orang saja. Bagi siapa yang bisa menyebutkannya ada hadiah khusus yakni 100 ribu rupiah,” ungkap Rotinsulu, tatkala menyampaikan sambutan dalam kegiatan sosbang tersebut.
Dalam penyampaian anggota dewan ini, Pancasila adalah dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Ini dibuat para pendiri negara untuk mencapai tujuan bersama.
“Yaitu tujuan yang kita ciptakan bersama,” kata politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini.

Anggota Komisi II DPRD Sulut ini juga mengungkapkan, selain Pancasila, bangsa Indonesia juga memiliki Undang-Undang Dasar 1945. Ini supaya semuanya bisa tertib hukum.
“Selanjutnya yang ketiga NKRI yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia. Indonesia sudah sepakat untuk NKRI ini dari Sabang sampai Merauke kita satu Indonesia. Kita pula memiliki semboyan Bhineka Tunggal Ika yaitu walaupun kita berbeda-beda tapi tetap satu,” jelas Rotinsulu.
Semuanya itu bagi Rotinsulu, sudah menjadi dasar negara Indonesia yang tak bisa diutak-atik lagi. Makanya kalau ada orang tertentu yang akan mengubah dasar negara harus dilawan. Dirinya berharap Pancasila tidak hanya dihafal saja tapi diimplementasikan dalam kehidupan masing-masing.
“Untuk itu mari kita mengajarkan falsafah Pancasila ke anak cucu kita,” ajaknya.
Adapun nara sumber dalam kegiatan itu dibawakan Dr Trioldi Rotinsulu SE MSi. Ia menjelaskan arti wawasan kebangsaan. Dia mengutip pendapat ahli tentang wawasan kebangsaan yang berarti identik dengan nasionalisme atau kesetiaan tertinggi kepada negara
“Kalau ‘wawasan’ dari kata wawas atau cara pandang atau gol,” ujarnya.
(ABL)










