BKKBN Dan Felly Runtuwene Beri Edukasi ke Warga Motoling Dua Soal Pencegahan Stunting

Petasulut.com, SULUT – Sosialisasi percepatan penurunan stunting terus digaungkan untuk membentuk kualitas penduduk Indonesia yang dapat bersaing di dunia.

Pemerintah dalam hal ini Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Mitra Kerja Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene melakukan upaya edukasi percepatan penurunan stunting melalui kegiatan Sosialisasi KIE Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana).

Kali ini, Desa Motoling Dua Kecamatan Motoling Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) menjadi lokasi selanjutnya Ketua Komisi IX DPR RI, Felly Estelita Runtuwene (FER) melakukan sosialisasi KIE Program Bangga Kencana Bersama Mitra Kerja.

Mendampingi Felly Runtuwene, perwakilan BKKBN Maurend Jully Lesar hadir dalam sosialisasi tersebut. Anggota DPRD Sulawesi Utara yang juga merupakan Wakil Ketua Komisi III Stella Runtuwene juga hadir dalam kegiatan ini.

Turut dihadiri juga oleh ratusan masyarakat yang terundang, tokoh agama dan tokoh masyarakat desa setempat.

Menjadi fokus sosialisasi KIE Program Bangga Kencana ini adalah soal Stunting. Pemerintah harus memberikan edukasi kepada masyarakat tentang apa itu stunting dan dampak serta cara penanggulangannya.

Dari materi yang disampaikan Felly, ia menjelaskan bahwa banyak penyebab stunting itu bisa terjadi pada anak. Secara singkat, Felly menyebut salah satu penyebab adalah karena kekurangan gizi yang diberikan.

“Soal penyakit bawaan pada calon ibu juga menjadi salah satu penyebab bisa terjadinya stunting ini,” Ujarnya, Jumat (2/2-2024) dalam sosialisasi tersebut sambil berharap masyarakat terutama calon ibu dapat memperhatikan kesehatan.

Adapun, cara pencegahan bisa dilakukan. Felly membeber bahwa mencegah stunting bisa dimulai dari saat kehamilan. Dirinya berharap, saat kehamilan calon ibu bisa rutin memperhatikan kesehatan pribadi dan calon bayi.

“Nanti ketika bayi sudaha ada, harus juga rutin pemeriksaan kesehatan. ASI penting, Imunisasi penting, dan tentunya menjaga higienisnya lokasi tinggal dan konsumsi anak,” Ujarnya.

Pun, Felly berharap anak Sulawesi Utara dijauhkan dari stunting sehingga bisa menjadi penerus bangsa yang sehat dan pinter.

perwakilan BKKBN Maurend Jully Lesar menyampaikan bahwa stunting memiliki hubungan yang erat dengan perkembangan kognitif yang merugikan pada anak-anak hingga beranjak dewasa, penurunan produktivitas, serta kurangnya tinggi badan pada orang dewasa tidak mencapai potensial tumbuhnya.
Dirinya juga menyinggung perihal pendidikan sangat mempengaruhi derajat kesehatan keluarga terutama pendidikan seorang ibu.

Hal ini terkait peranannya yang paling banyak pada pembentukan kebiasaan makan keluarga dari mulai mempersiapkan makanan, mengatur menu, berbelanja dan pendistribusiannya.

“Pendidikan ibu mempengaruhi derajat kesehatan. Sehingga seorang ibu harus paham gizi atau perlu intervensi gizi dengan terus memberikan makanan sehat. Ingat ya, makanan sehat bergizi itu tidak perlu mahal”, ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Sulut yang hadir Stella Runtuwene mengapresiasi kegiatan ini.

“Ini program positif yang langsung kepada masyarakat,” Ucapnya.

Salah satu masyarakat ketika dimintai tanggapan terkait dengan kegiatan ini mengakui sangat bersyukur atas edukasi yang diberikan.

“Dirinya berharap semua masyarakat dapat mengetahui informasi ini sehingga banyak yang teredukasi. Karena tidak semua mau tau soal stunting ini,” Ucapnya.

(ABL)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *